Petani di Probolinggo Cuan Rp 600 Juta per Bulan dari Budi Daya Pepaya

M Rofiq - detikJatim
Sabtu, 13 Agu 2022 23:30 WIB
Kebun pepaya milik Hamid di Probolinggo
Kebun pepaya milik Hamid di Probolinggo (M Rofiq/detikJatim)
Probolinggo -

Bangkrut menjadi petani cabai, tidak membuat Abdul Hamid (34) patah arang. Ia merintis usaha lagi. Kali ini, ia menjadi pembudi daya pepaya. Hasilnya, ia berhasil meraup cuan Rp 600 juta per bulan.

Dua jenis pepaya yang dibudidayakan Hamid adalah jenis California dan Bangkok atau disebut papaya Thailand. Warga Dusun Sukun, Desa Pegalangan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo menanam pepaya itu di sawahnya yang dulu ditanami cabai.

Hamid mengaku rezekinya memang menanam pepaya. Dengan sendiri telah menekuninya selama 6 tahun terkahir. Kini selain lebih untung, ia juga sudah bisa membeli sawah lagi.

"Rejekinya menanam pepaya, dari pada menanam cabai yang selalu rugi, setelah tanam pepaya California dan pepaya Thailand, bisa beli lagi sawah" ujar Hamid kepada detikJatim, Sabtu (13/8/2022).

Seiring berjalannya waktu, Hamid kini telah mampu membeli lahan lagi hasil dari panen pepaya yang ditanamnya setiap tahunnya. Tidak tanggung-tanggung kebun pepayanya sudah ada 12 hektare.

Menurut Hamid, perawatan pepaya yang satu ini terbilang sangat mudah, hanya cukup menanam bibit kemudian rutin menyiram dan memupuk hingga berusia 5 bulan.

Selanjutnya dengan sendirinya pohon pepaya akan tumbuh dan berbuah. Setiap 7 sampai 10 hari sekali, pepaya setengah matang dipanen, yang jumlahnya mencapai 7 ton lebih.

Untuk harga dua jenis pepaya ini, Hamid mengaku menyebut Rp 5 ribu hingga RP 6 ribu per kilogramnya. Sedangkan jika diambil oleh tengkulak, harga berkisar di Rp 4 ribu. Dengan harga itu, Hamid mengaku mampu meraup untung RP 600 juta per bulan.

Sulistari, salah tengkulak pepaya mengatakan buah pepaya California dan Thailand ini memang selalu laku keras dan paling dicari. Untuk itu ia selalu berburu untuk dijual kembali ke sejumlah supermarket hingga ke pabrik saus.

"Pepaya memang sedang laku keras di pasaran, pepaya jenis California dan Thailand, banyak pesanan dari para eksportir, toko, waralaba, supermarket dan pabrik-pabrik yang produksi saus," terang Sulistari.

Nah, detikers tertarik menjadi petani pepaya mandiri seperti Abdul Hamid, tidak ada salahnya untuk meniru dan mencobanya bukan.



Simak Video "Petani Jembrana Kembangkan Budidaya Pepaya California"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/dte)