Awalnya Bikin Mainan untuk Anak, Pria di Ponorogo Ini Malah Banjir Cuan

Charolin Pebrianti - detikJatim
Sabtu, 13 Agu 2022 12:15 WIB
Ponorogo -

Hendrik Purnomo awalnya bikin traktor mainan untuk mengalihkan perhatian anaknya dari kecanduan gadget. Namun pria 27 tahun ini tak menyangka traktor mainan buatannya justru jadi ladang cuan.

"Awalnya saya mikir gimana biar anak saya nggak lihat HP terus, saya bikinkan traktor mainan dari barang bekas, anak saya seneng terus saya posting di medsos, banyak yang minat," tutur Hendrik kepada wartawan, Sabtu (13/8/2022).

Warga Desa Ringin Putih, Kecamatan Sampung ini memang sejak awal punya bengkel las. Memanfaatkan potensi yang ada, Hendrik pun akhirnya membuat empat unit traktor mainan.

"Selang berapa jam laku semua," tutur Hendrik.

Saat ini, Hendrik mengerjakan traktor mainan dengan dibantu tiga orang karyawannya. Saat ini ia tengah membuat pesanan 24 unit traktor mainan.

Hendrik mmenambahkan bahan membuat traktor mainan mudah ditemui. Ia hanya memanfaatkan besi hollow galvanis untuk bodi traktor, besi cor untuk roda, multiplek untuk bodi mesin diesel, dan kayu untuk pegangan tangan traktornya.

Traktor mainan di Ponorogo karya HendrikTraktor mainan di Ponorogo karya Hendrik Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim

Cara membuatnya pun juga mudah, setelah semua besi hollow dipotong sesuai mal dan ukuran, kemudian semua disatukan dengan mesin las. Setelah selesai dirangkai lalu dilakukan pengecatan dan dikirimkan ke rumah pemesan.

"Satu traktor butuh waktu 3 hari," ujar Hendrik.

Karena banyaknya pesanan, Saat ini Hendrik tak menerima satuan, tapi dengan sistem borongan. Biasanya untuk pembuatannya, pada hari pertama ia membuat bodi, hari kedua pengelasan dan hari ketiga pengecatan.

"Ini hampir dua minggu merampungkan 20 unit pesanan," ujar Hendrik.

Berat total hanya sekitar 5 kilogram, mainan traktornya dapat dimainkan untuk anak usia 2 tahun ke atas. Caranya juga cukup mudah, hanya dengan didorong traktornya untuk bisa berjalan.

"Biasanya yang membeli orang tua yang punya anak laki-laki, satu unitnya Rp 300 ribu," pungkas Hendrik.

(abq/dte)