Gubernur Khofifah Lepas Ekspor Ikan-Udang ke Dominika dan Jepang

Faiq Azmi - detikJatim
Jumat, 12 Agu 2022 01:03 WIB
Gubernur Khofifah Indar Parawansa
Jatim ekspor komoditas ikan dan udang (Foto: Dok. Pemprov Jatim)
Surabaya -

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Kadin Jatim melakukan pelepasan ekspor komoditi ikan kakap merah dan olahan udang beku. Komoditi itu diekspor ke Republik Dominika dan Jepang.

"Alhamdulillah ekspor kita terus menggeliat. Hal ini semakin menguatkan semangat optimisme kita untuk Jawa Timur bangkit," ujar Khofifah usai membuka acara InAGRO Expo & Business Forum 2022 yang digelar Kadin Jatim di Surabaya, Kamis (11/8/2022).

Khofifah membeberkan untuk pelepasan ekspor ikan kakap merah beku merupakan komoditi ekspor milik perusahaan swasta di Jatim. Tidak tanggung-tanggung, Khofifah menyebut komoditi kakap merah beku yang diekspor mencapai 25 Ton menuju Republik Dominika.

Khofifah mengatakan ekspor olahan udang beku merupakan produk milik perusahaan swasta di Jatim yang jumlahnya mencapai 25 ton dan dikirim ke Jepang. Menurutnya perdagangan ekspor ke luar negeri akan terus didorong dari berbagai sektor dan komoditas. Tidak hanya perikanan, namun juga pertanian, dan juga industri pengolahan maupun sektor UMKM.

Di sisi lain, terkait pengembangan sektor agro di Jatim, Khofifah memastikan pihaknya akan terus mendorong ekspor. Sebab, kontribusi sektor agro untuk ekonomi Jatim sangat besar.

Saat ini, lanjut Khofifah, industri sektor agro mampu menyerap sebanyak 2,6 juta tenaga kerja di Jatim. Atau jika dibuat persentase mencapai 82,34% dari penyerapan tenaga kerja di sektor lain. Khofifah mengajak semua pihak untuk mengembangkan sektor agro karena mampu menjadi pengungkit ekonomi Jatim.

Jatim, lanjut Khofifah, memiliki lahan yang potensi untuk pengembangan agro, terutama kopi dan cacao. Dikatakannya, Jatim dan Indonesia secara luas adalah wilayah negara yang dilalui garis khatulistiwa, sehingga wilayahnya sangat cocok ditanami cacao.

Menurutnya ini sangat potensial, jika pengembangan kopi dan cacao terus didorong, maka diyakini akan membuat perdagangan kopi dan cacao di Jatim semakin bergeliat dan tumbuh.

"Jika bisnisnya tumbuh, maka kita berharap bahwa masyarakat akan mendapatkan tetesan kesejahteraan dari pertumbuhan bisnis yang tumbuh dimana pun, dan tentu di Jatim," imbuhnya.

Sementara, Wamendag RI Jerry Sambuaga optimistis jika kinerja ekspor Indonesia hingga akhir tahun 2022 akan mencapai lebih dari US$ 40 miliar. Optimisme tersebut seiring dengan tingginya pencapaian kinerja perdagangan RI secara menyeluruh hingga bulan Juni 2022 yang mencapai US$ 24,89 miliar, melebihi pencapaian di Desember 2021 sebesar US$ 35,34 miliar.

"Ini angka yang sangat tinggi, tertinggi sepanjang sejarah karena bisa melewati realisasi perdagangan Indonesia di Desember 2021 yang mencapai US$ 35,34 miliar. Dengan asumsi surplus satu bulan mencapai US$ 3 miliar," kata Jerry.

Pencapaian kinerja perdagangan yang cukup tinggi tersebut menunjukkan bahwa kinerja industri perdagangan Indonesia dalam kondisi yang kondusif dan sangat baik, sesuai dengan arahan presiden Joko Widodo bahwa perdagangan harus terus surplus. "Akan kita pertahankan dan kita tingkatkan bahkan kita yakin rekornya akan melebihi dari tahun lalu," katanya.

Jerry juga menegaskan bahwa kondisi geopolitik dunia yang tidak stabil akibat terus berlangsungnya perang antara Rusia dengan Ukraina memang memiliki akses kepada suplai change, komoditas, minyak, dan sebagainya yang akan memberikan dampak pada distribusi serta produksi.

"Di tengah itu semua kita masih menyatakan ekspor kita surplus dan tetap menjadi andalan. Produknya merambah ke berbagai negara lain karena produk kita tidak hanya tergantung ke salah satu negara. kita banyak melakukan kegiatan perdagangan di semua wilayah," katanya.

Dari sisi perjanjian dagang, Indonesia telah menandatangani sekitar 26 perjanjian dagang sebagai representasi dari benua Asia, Eropa, Afrika dan Amerika. "Kita dalam skala meningkatkan ekspor luar negeri salah satunya adalah maksimalisasi perjanjian dagang, mencari terobosan baru produk lain, seperti produk digital," sambungnya.

Angka dan faktual tersebut menjadikan semakin kuat optimisme peningkatan perdagangan. Terlebih Menteri Keuangan juga menyampaikan bahwa ditengah tekanan, Indonesia bisa melakukan stabilisasi inflasi dibawah angka 5 persen dan pertumbuhan ekonomi di atas 3 persen.

"Artinya ini semua menjadi modal dasar plus perdagangan kita yang surplus menjadi salah satu cara dalam meningkatkan perdagangan secara umum," ujarnya.

Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto menyampaikan bahwa ajang ini merupakan inisiasi Kadin Jatim dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jatim. Ajang ini diharapkan mampu membuat Jatim menghadapi isu dan tantangan krisis pangan dunia.

Adik menjelaskan pameran ini adalah pameran gotong royong karena banyak sekali pihak yang mendukung terlaksananya pameran ini termasuk Pemprov Jatim.

"Jadi pameran ini adalah pameran bersama kita, teman-teman petani nelayan, HKTI, KTNA, semoga dengan acara ini kita semua bisa semakin menguatkan kolaborasi guna meningkatkan perekonomian di Jawa Timur khususnya di sektor pertanian, perikanan dan peternakan," kata Adik.



Simak Video "Konser Westlife di Surabaya Obati Rindu Fan"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)