Kinerja Perekonomian Jatim Triwulan 2 di Atas Rata-rata Nasional

Faiq Azmi - detikJatim
Senin, 08 Agu 2022 10:59 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat memberikan pesan kepada ASN di Jatim
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Kinerja perekonomian Jawa Timur terus membaik setelah sempat terhantam badai pandemi COVID-19. Secara year on year (YoY), kinerja perekonomian Jawa Timur Triwulan II 2022 tercatat tumbuh 5,74 persen dibanding triwulan II tahun 2021.

Kinerja perekonomian tersebut tercatat sebagai kinerja perekonomian tertinggi di pulau Jawa, bahkan di atas rata-rata nasional yang tercatat YoY sebesar 5,44 persen.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kinerja perekonomian tersebut di antaranya didukung mobilitas penduduk yang meningkat signifikan. Hal ini ditandai dengan kenaikan pengguna seluruh moda transportasi.

"Peningkatan tingkat hunian kamar hotel serta kenaikan wisatawan mancanegara juga mendorong geliat ekonomi Jawa Timur yang luar biasa," kata Khofifah dalam keterangan tertulis yang diterima detikJatim, Senin (8/8/2022).

Selain itu, lanjut Khofifah, kinerja ekonomi Jatim meningkat juga didukung dengan meningkatnya pendapatan dan daya beli masyarakat. Hal ini membuat aktivitas produksi meningkat secara ekspansif.

Khofifah menjelaskan, tumbuhnya kinerja perekonomian Jatim berseiring dengan realisasi investasi di periode yang sama, yakni mencapai Rp 29,9 triliun.

Pencapaian tersebut mengalami kenaikan dari triwulan II tahun 2021 (YoY) sebesar 69,2%. Angka ini sekaligus melebihi pertumbuhan investasi nasional sebesar 35,5%.

Rinciannya, investasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 11,3 triliun atau tumbuh 198,1% dari triwulan II tahun 2021 (YoY). Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 18,6 triliun dengan peningkatan 34,1% (YoY).

Dari capaian realisasi pada triwulan II diakumulasi dengan triwulan I, maka target investasi Jatim di tahun 2022 sebesar Rp 80 triliun (target RPJMD 2019-2024) telah terpenuhi sebesar 66,9%.

Pertumbuhan ekonomi Jatim seiring dengan realisasi investasi Jatim TW II meningkat 69,2% (YoY) melampaui nasional yang tumbuh sebesar 35,5%. Juga seiring dengan turunnya kemiskinan Jatim periode Maret 2021 - Maret 2022 sebesar 391.400 jiwa dan tertinggi secara nasional.

"Ini menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Timur adalah pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dimana pertumbuhan ekonomi juga bisa dinikmati oleh masyarakat lapisan bawah" tukas Khofifah.

Sementara, di periode yang sama, kinerja perekonomian di Provinsi Banten tumbuh 5,70%, Jawa Barat 5,68%, Jawa Tengah 5,66%, DKI Jakarta 5,59%, dan DIY 5,20%.

Pada periode yang sama, kinerja Perekonomian Jawa Timur secara quarter to quarter tercatat tumbuh sebesar 2,39% dibanding triwulan I tahun 2022 .

Kinerja tersebut juga tertinggi se pulau Jawa. Di periode yang sama, Jawa Barat 1,86%, Jawa Tengah 1,47%, DKI 1,05%, DIY 0,96%, dan Banten 0,95%.



Simak Video "Apresiasi Khofifah Atas Pembukaan Trans Icon Mall Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(dte/dte)