Menengok Sedekah Pasar ala Pedagang Pacitan

Purwo Sumodiharjo - detikJatim
Senin, 08 Agu 2022 14:05 WIB
Sedekah Pasar di Pacitan
Foto: Sedekah Pasar di Pacitan (Purwo Sumodiharjo/detikJatim)
Pacitan -

Hujan baru saja reda. Sisa dinginnya masih terasa. Meski sedikit basah, ratusan orang tetap bertahan di halaman Pasar Minulyo. Tak hanya warga pasar, tak sedikit pengunjung ikut berbaur.

Begitulah suasana pasar induk di Jalan Gatot Subroto. Even yang baru pertama kali digelar itu langsung menyita perhatian warga. Mereka menyebutnya 'Sedekah Pasar'.

Tak berselang lama, Nanang Ansori (50) yang tak lain Ketua Paguyuban Pedagang Pasar mengambil posisi duduk. Di depannya tampak nasi tumpeng dan seperangkat kelengkapan kenduri. Ada pula aneka dagangan hasil pengumpulan dari para pedagang.

Pria yang akrab disapa Manyul itu mengenakan kostum serba hitam. Lengkap dengan ikat kepala khas Jawa. Layaknya tetua adat, Manyul merapalkan mantra sekaligus mengurai makna kegiatan itu.

"Minangka wujud raos syukur dhumateng Gusti ingkang Maha Kuwaos awit sedaya berkah (Sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan YME atas semua berkahnya)," ucap Manyul, Senin (8/8/2022).

Tidak itu saja, kegiatan Sedekah Pasar juga merupakan upaya menguatkan tali silaturahmi. Tak hanya sesama pedagang pasar, namun juga dengan pengunjung maupun warga yang sering berbelanja.

Rangkaian itu disusul pembacaan doa oleh Ketua Takmir Masjid, Asmuni. Bersamaan ucapan Amin oleh hadirin, pesta pun dimulai. Seakan tak sabar menunggu, ribuan orang lantas berebut mengambil beragam jajanan yang ada.

Tak sampai semenit, tumpukan jajan pasar yang volumenya setara 1 truk itu ludes. Mulai cabe hingga ikan. Juga pakaian sampai sepatu. Tak lupa penganan tradisional khas Kota 1001 Gua.

"Semuanya berasal dari warga pasar. Diberikan secara suka rela," kata Manyul.

Ide menggelar acara tersebut, lanjut Manyul, muncul sepekan lalu. Itu sekaligus buah usulan para pedagang agar diadakan kegiatan. Terutama bertujuan menyambut Bulan Muharram sekaligus merayakan HUT Kemerdekaan RI.

Minggu pagi setelah Subuh, Manyul bersama beberapa pengurus paguyuban berjalan keliling pasar. Mereka membawa keranjang yang ditautkan dengan tali. Wadah berbahan bambu itu dipikul dua orang petugas.

Mereka berjalan keliling melalui lorong. Saat melewati lapak, mereka berhenti sesaat. Pedagang yang berada di balik meja pun lantas menyerahkan dagangan seikhlasnya. Dagangan yang terkumpul lalu dibawa dan dikumpulkan di pelataran pasar.

"Senang banget ada kegiatan seperti ini. Pinginnya sih bisa rutin diselenggarakan," kata penjual makanan, Nur Hidayati (40).



Simak Video "Penampakan Mobil Terbakar Hebat di Tanjakan Sedeng Pacitan"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/iwd)