Gubernur Khofifah Dorong ASN Tingkatkan Inovasi dan Perluas Jejaring

Faiq Azmi - detikJatim
Sabtu, 06 Agu 2022 00:05 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat memberikan pesan kepada ASN di Jatim
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat memberikan pesan kepada ASN di Jatim. (Foto: Istimewa)
Surabaya -

BPSDM Jatim kembali meluluskan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) tahun 2022. Kali ini sebanyak 80 peserta Angkatan XVI dan XVII dinyatakan lulus saat penutupan PKA.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa hadir langsung di BPSDM saat menutup PKA. Ia berpesan agar administrator di setiap level birokrasi pemerintahan memiliki inovasi dan kreatifitas yang bisa menjawab berbagai tantangan lokal, nasional, maupun global.

"Para administrator ASN harus produktif menciptakan inovasi dan kreatifitas. Sehingga kehadirannya mampu menjadi penyelesai masalah dari setiap permasalahan yang muncul di berbagai instansi pemerintahan," kata Khofifah di BPSDM Jatim, Jumat (5/8/2022).

Ia meminta ASN harus memiliki kreatifitas dan inovasi berkelanjutan yang mumpuni. Ia meminta tidak ada lagi yang menyatakan tidak bisa. Di samping inovasi Khofifah juga mendorong ASN untuk membangun jejaring seluas luasnya.

Jejaring itu, kata Khofifah, merupakan modal untuk membangun sinergi dan kerjasama dengan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal, institusi media, instansi vertikal maupun horizontal.

"Tidak boleh ASN mengatakan tidak bisa. ASN harus melakukan kolaborasi, jejaring atau kerja sama dengan berbagai pihak seperti media, instansi vertikal, dan horizontal. ASN harus berpikir terbuka, tidak boleh berpikir tertutup," tegasnya.

Semua persoalan, kata Khofifah, harus diantisipasi secara sistemik mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, hingga memberikan timbal balik kepada masyarakat. Artinya para ASN ini harus melakukan proses peningkatan kapasitas maupun kompetensi dilengkapi penguasaan terhadap teknologi digital serta leadership yang kuat.

"Pelatihan kepemimpinan yang telah dijalani di BPSDM Jatim ini membentuk seorang birokrat menjadi pemimpin berkarakter. Dari kepemimpinan yang efektif, inovatif dan kepemimpinan yang memiliki daya saing akan menjadi pemimpin penggerak perubahan," terangnya.

Jatim, lanjut Khofifah terus berupaya melakukan kerja keras, inovasi hingga kolaborasi yang akhirnya membuahkan penghargaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dari Kemendagri.

Bahkan, Jatim mencatatkan rangking pertama. Prestasi ini menunjukkan buah hasil kinerja yang baik dari para ASN Pemprov Jatim khususnya para operator dan front liner yang telah bekerja keras yang selama ini berada di lini terdepan memaksimalkan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Selanjutnya, Provinsi Jatim juga berhasil meraih Penghargaan Terbaik Instansi Pemerintah Kategori Outstanding Achievement dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Capaian tersebut, merupakan hasil kerja keras ASN Provinsi Jatim dengan sinergi berbagai elemen strategis lainnya. Khususnya jajaran Forkopimda Jatim.

"Saya menekankan prestasi yang diraih ini kesemuanya adalah buah dari bekerja keras melebihi tugas. Maka, jika ada penghargaan merupakan sebuah bonus yang harus di syukuri," jelasnya.

Khofifah tidak lupa mengucapkan selamat kepada alumni PKA Angkatan XVI dan XVII yang telah berhasil menempuh proses pelatihan di BPSDM dengan hasil yang menurutnya membanggakan.

"Selamat kepada alumni PKA Angkatan XVI dan XVII yang telah berhasil menempuh proses pelatihan dengan hasil yang membanggakan. Semoga apa yang telah diraih selama pelatihan para alumni bisa meningkatkan produktifitas di tempat kerja masing masing," pesannya.

Kepala BPSDM Jatim Aries Agung Paewai melaporkan bahwa penutupan PKA XVI dan XVII telah berlangsung selama 91 hari kerja mulai dari 11 April-5 Agustus 2022 yang terdiri dari 31 hari pembelajaran klasikan (In Class) dan 60 hari kalender non klasikal.

"Allhamdulillah semua peserta telah mengikuti seminar dan dinyatakan telah lulus semua," ungkapnya.

Total peserta yang mengikuti pelatihan kali ini sejumlah 80 orang yang terdiri dari 40 dari angkatan XVI dan 40 peserta angkatan XVII.

Pada penutupan pelatihan KPA terdapat pemandangan menarik dimana Gubernur Khofifah membagikan bendera Merah Putih yang merupakan bulan Kemerdekaan. Tujuan diberikannya Bendera Merah Putih tersebut untuk dikibarkan di daerah masing masing peserta yang berasal dari berbagai tempat.



Simak Video "Apresiasi Khofifah Atas Pembukaan Trans Icon Mall Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)