Minyak Goreng Satu Harga Batal Diterapkan di Kota Blitar Hari ini

Erliana Riady - detikJatim
Rabu, 26 Jan 2022 20:09 WIB
minyak goreng di blitar
Rak minyak goreng di sebuah minimarket di Kota Blitar kosong (Foto: Erliana Riady)
Blitar -

Minyak goreng satu harga yang rencananya berlaku mulai hari ini di Kota Blitar, batal diterapkan. Ini karena mekanisme distribusi subsidi kepada agen belum terealisasi merata.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) Kota Blitar masih menunggu laporan dari para agen terkait jumlah stok lama yang masih tersisa. Dari jumlah stok lama inilah, nantinya agen akan mendapatkan dana subsidi agar bisa melempar produknya ke pasar tradisional dengan harga kulak lebih rendah.

"Ini kami masih menunggu agen laporan stok lamanya. Dari situ subsidi akan diberikan kepada agen, sehingga agen menjual ke pedagang dengan harga kulak subsidi sehingga bisa dijual ke pasaran satu harga Rp 14 ribu per liter," kata Kepala Disperdagin Kota Blitar, Hakim Sisworo, Rabu (26/1/2022).

Hakim mengakui, sudah ada beberapa agen produsen minyak goreng yang sudah melaporkan stok lamanya. Mereka inilah yang sudah bisa menggelontorkan stok ke beberapa toko ritel dengan satu harga.

Hakim menambahkan, penerapan satu harga di toko ritel bisa dilaksanakan lebih dahulu, karena lebih mudah skema pendistribusian subsidi dan lebih mudah mengontrolnya.

"Kalau di pasar tradisional itu lebih rumit. Kalau pedagang yang beli di agen bisa lebih mudah dikontrol. Tapi kadang ada yang langsung ke sales atau ke sub agen, ini yang rumit pelaporannya," ungkapnya.

Walaupun banyak kendala dalam koordinasi skema distribusi subsidi, namun Hakim menargetkan semua akan kelar pada tanggal 26 Januari mendatang.

"Target kami sepekan ke depan. Tapi kalau memang belum selesai semua, ya tidak bisa kami paksakan," pungkasnya.

Sebelumnya, Pemkot Blitar akan menerapkan minyak goreng satu harga hari ini, Rabu (26/1) ini. Namun rencana ini mendapat komplain dari para pedagang pasar tradisional yang masih banyak mempunyai stok lama.

"Siapa yang nomboki kalau saya jual Rp 14 ribu per liter? Ya saya habiskan stok lama. Karena kulaknya harga lama yang saya jualnya harga lama juga. Nanti kalau stok ini habis, saya dapat harga kulak baru, ya saya mau jual Rp 14 ribu asal masih dapat untung masio muk Rp 500 per liter," keluh pedagang Pasar Legi, Yeni.



Simak Video "Tim Gabungan Polri-Kemenperin Sidak Pabrik Minyak Goreng di Semarang"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)