Meraup Cuan dari Kerajinan Kaligrafi Timbul Berbahan Lem Tembak

Adhar Muttaqin - detikJatim
Rabu, 26 Jan 2022 13:28 WIB
Pemuda di Tulungagung meraup cuan dengan menggeluti kerajinan kaligrafi timbul berbahan lem tembak. Modalnya hanya keahlian melukis dan referensi dari YouTube.
Kerajinan kaligrafi timbul berbahan lem tembak/Foto: Adhar Muttaqin/detikcom
Tulungagung -

Pemuda di Tulungagung meraup cuan dengan menggeluti kerajinan kaligrafi timbul berbahan lem tembak. Modalnya hanya keahlian melukis dan referensi dari YouTube.

Ia yakni Andik Priyo Budi Utomo (35), warga Dusun Kebon, Desa Sumberejokulon, Kecamatan Ngunut, Tulungagung. Ia mengaku mulai menggeluti usaha itu pada 2019. Berbeda dengan kerajinan kaligrafi pada umumnya, ia memanfaatkan lem tembak atau lem bakar untuk membentuk lukisan.

"Awalnya itu saya lihat di YouTube, kok sepertinya asyik. Kemudian browsing di Facebook ketemu sama perajin di Kediri, terus saya belajar di sana," kata Andik, Rabu (12/1/2022).

Untuk membuat kaligrafi timbul tersebut, bahan yang dibutuhkan yakni kain untuk media lukis, lem tembak, serta kertas prada. Pada tahap awal ia membuat sketsa kaligrafi pada kain dengan menggunakan kapur tulis.

Selanjutnya, perlahan lem tembak di lukiskan pada media kain mengikuti alur sketsa yang telah dibuat. Proses ini membutuhkan keahlian dan ketelatenan, sebab apabila salah sulit untuk diperbaiki.

"Untuk kaligrafi saya belajar kepada teman-teman lulusan pesantren," jelasnya.

Pemuda di Tulungagung meraup cuan dengan menggeluti kerajinan kaligrafi timbul berbahan lem tembak. Modalnya hanya keahlian melukis dan referensi dari YouTube.Kerajinan kaligrafi timbul berbahan lem tembak/ Foto: Adhar Muttaqin/detikcom

Hasil kaligrafi tersebut selanjutnya dirapikan menggunakan pinset. Sedangkan untuk menyempurnakan tekstur kaligrafi, Andik melakukan pemanasan ulang menggunakan hot gun.

"Ini pakai hot gun, kalau pakai hair dryer kurang panas," imbuhnya.

Setelah lem mengering, tahap selanjutnya yang dilakukan adalah mewarnai kaligrafi menggunakan kertas prada. Kertas ditempelkan pada kaligrafi dan digosok secara perlahan, hingga warnanya tertransfer secara sempurna pada kaligrafi.

Andik menambahkan, dari setiap tahap tersebut yang membutuhkan ketelatenan ekstra adalah proses melukis dengan lem. Sebab semakin kecil tulisan dan banyak ornamen, maka proses yang dibutuhkan semakin lama.

Kaligrafi yang telah jadi akan dimasukkan dalam pigura khusus. Sekilas kerajinan kaligrafi timbul tersebut mirip dengan kerajinan kuningan, karena memiliki warna emas dan perak.

Pemuda di Tulungagung meraup cuan dengan menggeluti kerajinan kaligrafi timbul berbahan lem tembak. Modalnya hanya keahlian melukis dan referensi dari YouTube.Kerajinan kaligrafi timbul berbahan lem tembak/ Foto: Adhar Muttaqin/detikcom

Pria 35 tahun ini mengaku, dalam sehari ia mampu membuat tiga kaligrafi berukuran 120 X 40 sentimeter. Karya tersebut dijual mulai harga puluhan ribu hingga belasan juta Rupiah, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan.

Selain kaligrafi yang dimasukkan ke dalam pigura, ia juga memproduksi replika kiswah atau penutup ka'bah. Hasil produksi kaligrafi miliknya kini telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia dan negara tetangga. Dalam proses pemasaran, ia memanfaatkan jasa broker atau reseller.

"Biasanya itu ditawarkan secara online melalui marketplace, sedangkan saya fokus pada produksinya saja," kata Andik.

Menurutnya, kerajinan kaligrafi timbul mengalami peningkatan permintaan pada momen menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dalam satu bulan omzet yang didapatkan antara lima hingga sepuluh juta Rupiah.

Andik menceritakan, produksi kerajinan kaligrafi dinilai lebih menjanjikan dibandingkan dengan usaha grafir dan pirografi yang pernah ia lakoni. "Saya sejak SD memang sudah hobi melukis. Sebelum ini saya usaha kaca grafir dan lukis bakar, tapi itu permintaannya sedikit," pungkasnya.



Simak Video "Kerajinan Tangan dari Daun Kering, Mengubah Sampah Menjadi Karya Seni, Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/fat)