Harga Minyak Goreng Pasar Tradisional Blitar Dijual di Atas Rp 14 Ribu

Erliana Riady - detikJatim
Minggu, 23 Jan 2022 14:17 WIB
pedagang minyak goreng di blitar masih di atas 14 ribu
Harga migor di Blitar di atas Rp 14 ribu/liter (Foto: Erliana Riady/detikcom)
Blitar -

Minyak goreng langka terjadi hampir semua toko ritel Kota Blitar. Sementara stok di pasar tradisional juga terbatas dan para pedagang tetap menjual dengan harga di atas Rp 14 ribu per liter.

Pantauan detikjatim, di rak bagian minyak toko ritel, hanga terpajang satu merek minyak goreng dengan harga Rp 37 ribu per liter. Tiga tingkat rak yang biasanya terpajang berbagai merek minyak goreng, kondisinya kosong.

"Kemarin datang kiriman jam 4 sore, tapi langsung habis jam 7 malam. Padahal jumlah kiriman tidak berkurang selama ada kebijakan harga minyak goreng Rp 14 ribu per liter ini," kata staf toko ritel di Jalan A Yani Kota Blitar, Bambang Sukoco, Minggu (23/1/2022).

Bambang mengaku, membatasi pembelian minyak goreng hanya dua liter per orang. Sementara kiriman stok tidak setiap hari datang. Tak jarang banyak ibu-ibu memesan lebih dahulu. Namun permintaan itu tidak bisa dilayani agar pembelian bisa merata dan mendahulukan pembeli yang datang ketika stok tersedia.

Sementara di Pasar Legi Kota Blitar, untuk minyak goreng kemasan, para pedagang besar mengaku tidak punya stok. Ini karena mereka langsung mengembalikan ke pabrik, begitu ada kebijakan minyak goreng satu harga.

"Langsung saya kembalikan ke pabrik. Wong saya dapatnya harga kulak lama. Kalau dijual Rp 14 ribu per liter, ruginya sampai Rp 4.000 per liter. Ini saya jual minyak curah, harganya Rp 17.500 per liter," kata seorang pedagang besar, Sulikah.

Berbeda dengan Yeni yang berjualan di dalam Pasar Legi. Stoknya yang masih tersisa merupakan barang kulakan dengan harga lama. Sehingga sampai hari ini, dia tetap menjual minyak gorengnya dengan harga lama.

"Siapa yang nomboki kalau saya jual Rp 14 ribu per liter? Ya saya habiskan stok lama. Karena kulakannya harga lama yang saya jualnya harga lama juga. Nanti kalau stok ini habis, saya dapat harga kulak baru, ya saya mau jual Rp 14 ribu asal masih dapat untung masio Rp 500 per liter," ungkapnya.

Lain Yeni, berbeda lagi keluhan Sri. Dia mengaku kesulitan mendapatkan stok minyak goreng dari para sales. Menurut Sri, para sales pabrik minyak goreng menahan stok sampai terbit harga acuan baru minyak goreng.

"Ya tinggal itu stok saya. Salesnya gak mau kirim, mereka nunggu harga acuan baru. Saya jualnya ya di atas Rp 14 ribu wong kulaknya di atas harga itu. Opo pemerintah mau nomboki kurangnya ," pungkasnya.



Simak Video "Tim Gabungan Polri-Kemenperin Sidak Pabrik Minyak Goreng di Semarang"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)