Perangkat Traffic Light di Surabaya Dicuri!

Perangkat Traffic Light di Surabaya Dicuri!

Esti Widiyana - detikJatim
Rabu, 04 Nov 2026 20:15 WIB
Salah satu traffic light di Surabaya yang terdampak pemadaman bergilir.
Ilustrasi traffic light di Surabaya (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Perangkat traffic light di Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, dicuri hingga menyebabkan kepadatan arus lalu lintas. Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya kini menyiapkan pengamanan ekstra untuk mencegah kejadian serupa terulang, termasuk di seluruh titik traffic light.

Kepala Dishub Surabaya Trio Wahyu Bowo mengatakan, pihaknya telah meminta Telkom menyediakan dan memasang kembali peralatan yang hilang. Saat ini, perangkat tersebut sudah kembali berfungsi normal.

"Alhamdulillah, sudah berfungsi normal. SITS (Surabaya Intelligent Transport System) yang berada di Bratang itu sudah bisa berfungsi normal dan bisa dikendalikan," kata Trio, Rabu (4/11/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengantisipasi pencurian fasilitas umum, Dishub Surabaya juga menyiapkan pengamanan tambahan di lapangan. Salah satunya dengan memberikan perlindungan fisik yang lebih kuat pada boks perangkat traffic light.

"Nantinya akan memasang jeruji, mengamankan peralatan-peralatan yang memang notabene sering hilang. Makannya nanti kita pasang semacam jeruji-jeruji supaya susah ketika ada orang yang berniat buruk pada alat-alat tersebut," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kabid Lalu Lintas Dishub Surabaya, Beta Ramdhani mengatakan, pihaknya masih mengkaji desain pengamanan yang tepat. Panel perangkat traffic light akan ditempatkan di lokasi yang lebih aman agar tidak mudah dibobol.

"Dahulu kan modelnya seperti kerangkeng lalu digembok, nah ternyata itu juga mudah dirusak. Sedangkan secara tampilan itu kurang menarik untuk mendukung estetika kota, nah kita masih mencari konsep yang aman dan agak menarik," kata Beta.

Beta mengatakan, perangkat traffic light itu sebenarnya bisa diletakkan di atas tiang agar tidak mudah dijangkau. Namun, lanjut dia, ada beberapa komponen yang bebannya berat sehingga riskan jika diletakkan di bagian atas tiang traffic light.

"Itu jumlahnya nggak cuma satu ya, takutnya tiangnya yang kalah, itu yang pertama. Kedua, ketika ada kerusakan akan lebih sulit untuk perawatannya, dan ini juga menjadi pertimbangan kita untuk ditaruh di atas," ujarnya.

Ia menjelaskan, perangkat traffic light di Jalan Mayjend Sungkono yang hilang telah dilakukan perbaikan oleh Dishub bersama Telkom. Perbaikan itu dilakukan setelah adanya laporan pada Senin (2/11) pagi sekitar pukul 07.30 WIB, hingga akhirnya dapat berjalan normal kembali pada pukul 08.00 WIB.

Pada saat itu, traffic light masih menyala dan berjalan normal. Akan tetapi, sinyal traffic light yang terhubung dengan SITS sempat terputus, sehingga kepadatan arus lalu lintas tidak dapat terpantau secara real time.

"Secara teknis lampunya tidak padam, cuma tidak bisa terkoneksi dengan sistem yang ada di SITS. Jadi komponen yang hilang ini kecil, tapi alat ini menyambungkan internet yang ada di traffic light tersebut, kebetulan alat ini adalah milik Telkom," terangnya.

Mengenai langkah hukum atas dugaan pencurian, Dishub menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Telkom. Sembari menunggu keputusan tersebut, Dishub sedang mengupayakan evaluasi pencegahan di internal.

"Soalnya kan ini asetnya Telkom, bukan aset kita. Kalau mereka merasa bahwa perlu dilaporkan maka kita dorong untuk melaporkan. Tetapi mungkin kita arahkan untuk pengamanannya lebih ke seperti apa," pungkasnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads