Krisis air bersih akibat kekeringan di Kabupaten Malang semakin meluas. Desa Banjarejo, Kecamatan Bantur kini juga dinyatakan masuk wilayah yang dilaporkan mengalami krisis air bersih.
Munculnya Desa Banjarejo sebagai tambahan wilayah krisis air bersih menunjukkan bahwa kebutuhan penanganan kekeringan masih harus menjadi perhatian.
BPBD Kabupaten Malang terus melakukan distribusi bantuan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan air bersih selama kondisi kekeringan berlangsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, penyaluran air bersih masih terus dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.
Penambahan wilayah terdampak menjadi perhatian dalam upaya pemenuhan kebutuhan air bersih warga.
"Distribusi air bersih masih terus kami lakukan ke wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan," ujar Sadono kepada wartawan, Sabtu (24/10/2036).
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Malang, distribusi air bersih pada Jumat (23/10/2026) mencapai 89 ribu liter.
Penyaluran dilakukan menggunakan enam armada dengan total 15 rit pengiriman ke sejumlah wilayah terdampak.
Distribusi bantuan air bersih tersebut meliputi Desa Sumberagung dan Kedungbanteng di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Desa Sidodadi dan Tumpakrejo di Kecamatan Gedangan.
Kemudian Desa Sumberoto di Kecamatan Donomulyo, Desa Kalirejo di Kecamatan Kalipare, serta Desa Bandungrejo di Kecamatan Bantur. BPBD juga menyalurkan 5 ribu iter air bersih ke Puskesmas Sitiarjo.
"Penyaluran dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Kami berupaya agar bantuan air bersih bisa menjangkau masyarakat yang kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari," pungkas Sadono.
Hingga Jumat (23/10/2026) total distribusi air bersih BPBD Kabupaten Malang tercatat mencapai 5.599.150 liter sejak 8 Agustus 2026.
Sebelumnya, dampak kekeringan tercatat melanda 15 desa di tujuh kecamatan, dengan sekitar 6.436 kepala keluarga atau 20.111 jiwa terdampak.
