Penumpang kereta api (KA) di Stasiun Banyuwangi bakal disuguhkan pertunjukan penari gandrung. Pertunjukan seni budaya ini merupakan buah kolaborasi pemerintah setempat dengan KAI Daop 9 Jember.
Para penari gandrung ini menyambut kedatangan para wisatawan dan pengguna jasa kereta api sejak Kamis (22/10/2026) hingga Minggu (25/10/2026).
Penyambutan ini dijadwalkan pada jam-jam kedatangan kereta utama, yakni pagi hari pukul 05.00 WIB, siang pukul 14.00 WIB, dan sore pukul 15.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan khusus pada hari Minggu, pertunjukan tari Gandrung akan dihadirkan pada pukul 16.00 WIB untuk melepas keberangkatan para penumpang.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan sentuhan tradisi dan budaya di simpul transportasi publik ini bertujuan untuk memberikan pengalaman bernilai. Khususnya bagi para pelancong sejak pertama kali memijakkan kaki di Bumi Blambangan.
"Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa pelestarian seni budaya Banyuwangi, termasuk semangat festival tahunan Gandrung Sewu, bukan sekadar pertunjukan tari kolosal. Ini adalah perayaan identitas dan kebanggaan masyarakat Banyuwangi," ujar Ipuk, Sabtu (24/10/2026).
Kehadiran atraksi budaya di stasiun ini sekaligus menjadi bagian dari promosi gelaran budaya tahunan Gandrung Sewu. Pada perhelatan tahun ini, festival ikonik tersebut mengusung tema "Kembang Dermo" dengan konsep pertunjukan malam "Glow in the Dark" yang menghadirkan pengalaman visual berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Melalui kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan PT KAI, integrasi antara moda transportasi modern dan kearifan lokal ini diharapkan dapat terus mendongkrak daya tarik pariwisata di Banyuwangi.
Sebelumnya, Semarak HUT KAI juga menghadirkan Aksi "Gandrung On Train" yang menghibur Penumpang Kereta Api Rute Kalibaru-Ketapang yang diinisiasi KAI Daop 9 Jember bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi.
Kejutan hangat berbalut budaya ini sukses menghibur para penumpang di dalam gerbong. Penampilan para penari Gandrung yang berinteraksi langsung dengan penumpang menjadikan perjalanan antarstasiun terasa lebih hidup dan berkesan.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro menegaskan bahwa kehadiran atraksi budaya di moda transportasi umum merupakan wujud apresiasi kepada para pelanggan setia kereta api.
"Kami ingin perayaan ulang tahun KAI tidak hanya dirasakan secara internal, tetapi dirasakan langsung oleh masyarakat dan penumpang melalui pelayanan yang selamat, nyaman, serta berkesan," tutur Cahyo.
Selain itu, Cahyo menyebut hal ini juga turut mendukung budaya lokal yang telah menjadi fokus kolaborasi antara PT. KAI dan Pemkab Banyuwangi pada gelaram Gandrung Sewu 2026.
