Viral Para Pedagang di Surabaya Jadi Korban Palak Modus Pinjam Uang

Viral Para Pedagang di Surabaya Jadi Korban Palak Modus Pinjam Uang

Andina Winanda - detikJatim
Jumat, 23 Okt 2026 17:30 WIB
Pelaku pemalakan pedagang di Surabaya yang viral di media sosial
Pelaku pemalakan pedagang di Surabaya yang viral di media sosial (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Aksi seorang pemalak modus pinjam uang tengah meneror para pedagang di Kota Surabaya. Aksi pelaku ini kemudian viral setelah diunggah ke media sosial.

Unggahan pemalakan modus pinjam duit ini pertama kali diunggah oleh akun Threads @rmdhanixxx. Dalam unggahannya, pelaku yang tampak mengendarai motor dengan nopol L 6096 IJ tampak tengah mendekati pedagang di pinggir jalan raya.

Dalam unggahannya, pemilik akun turut meminta perhatian pihak kepolisian. Ini agar aksi tersebut tidak meresahkan warga terutama para pedagang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang saksi, Fauziah, mengaku kejadian pemalakan yang dilihatnya itu terjadi di sekitar Jalan Panjang Jiwo pagi. Saat itu, dia hendak mampir membeli roti gandum.

ADVERTISEMENT

"Saya mampir beli roti gandum di sekitar Jalan Panjang Jiwo sebelum RS Ubaya," kata Fauziah kepada detikJatim Jumat (23/10/2026).

Fauziah mengatakan, saat penjual masih menyiapkan pesanannya, seorang pria datang dan meminta uang dengan alasan hendak meminjam uang minimal Rp 20 ribu.

"Pada saat waktu penjualnya masih menyiapkan pesanan, datanglah bapak-bapak ini dengan alasan meminjam sejumlah uang yakni mulai Rp 20 ribu," ujarnya.

Menurut Fauziah, penjual sebenarnya sudah menolak permintaan pelaku. Sebab uang yang dipegangnya merupakan hendak disetor. Namun, pelaku tetap memaksa hingga.

"Penjual sudah bilang kalau tidak ada uang, karena uang yang dia pegang adalah uang setoran jualan. Tapi bapak-bapak itu memaksa tetap pinjam sampai ditunggu sekitar 5 menitan. Sudah ditolak berkali-kali tapi bapaknya tetep ngotot minta uang," ungkapnya.

Fauziah melanjutkan, penjual kemudian menunjukkan isi dompetnya yang hanya berisi uang pecahan Rp 10 ribu dan Rp 5 ribu. Uang tersebut kemudian diambil paksa pelaku.

"Mungkin karena penjualnya panik, akhirnya si penjual menunjukkan isi dompet yang ada hanya pecahan Rp 10 ribu dan Rp 5 ribu. Itu uangnya langsung diambil sama bapak-bapak ini, saya tidak berani teriak kak, takut orang ini bawa sajam. Akhirnya saya buntuti orang ini dari belakang dengan sengaja karena untuk mendapatkan bukti plat nomor motor orang ini." tuturnya.

Saat membuntuti pelaku tersebut, Fauziah melihatnya berhenti di sejumlah pedagang lain untuk meminta uang. Dia mengatakan mengikuti pria itu hingga ke penjual bubur ayam di kawasan Tenggilis.

"Ternyata orang ini berhenti ke setiap pedagang yang ada untuk meminta uang, saya juga sempat bertanya ke penjual bubur apakah dipalak dengan nominal tersebut, dijawab," katanya.

Pengalaman serupa juga diungkap sejumlah warganet di kolom komentar unggahan tersebut. Ada yang mengaku pernah dimintai uang dengan alasan untuk membeli bensin saat berjalan kaki dari kawasan Siola menuju Basra.

Warganet lain menyebut pria tersebut juga pernah meminta uang kepada pengendara mobil di lampu merah.Meski begitu, pengakuan tersebut masih berupa kesaksian warganet yang belum terverifikasi secara mandiri.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads