3 Hari Kebakaran TPA Supiturang Malang, Zona Tengah Masih Panas Membara

3 Hari Kebakaran TPA Supiturang Malang, Zona Tengah Masih Panas Membara

Muhammad Aminudin - detikJatim
Jumat, 23 Okt 2026 12:45 WIB
Kondisi kebakaran TPA Supiturang
Petugas masih berupaya memadamkan titik api di TPA Supiturang yang sudah 3 hari ini kebakaran. (Foto: Istimewa)
Kota Malang -

Sejumlah titik panas atau hotspot masih ditemukan di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supiturang, Kota Malang, pada hari ketiga kebakaran, Jumat (23/10/2026). Titik api dengan intensitas tinggi masih terdeteksi di zona old landfill sisi tengah sehingga memicu kepulan asap tebal dan pekat.

Tim pemadam kebakaran terus melakukan upaya pemadaman dengan teknik injeksi air ke dalam gunungan sampah. Pengerahan alat berat berupa ekskavator juga dilakukan untuk mempercepat penguraian tumpukan sampah yang masih menyimpan panas.

Kepala UPT Damkar Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan mengatakan kondisi titik api di sejumlah bagian TPA Supiturang mulai menunjukkan penurunan. Namun, kepulan asap yang masih terlihat menandakan adanya titik panas yang belum sepenuhnya padam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kondisi di zona new landfill sisi timur minim ditemukan titik api. Hanya saja masih ditemukan adanya titik panas ditengarai dari adanya beberapa titik kepulan asap," ungkap Pandu kepada wartawan, Jumat (23/10/2026).

Sementara itu, di zona old landfill sisi barat dan selatan yang berbatasan langsung dengan Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, intensitas titik api mulai menurun. Meski demikian, sejumlah titik panas masih ditemukan di area tersebut.

ADVERTISEMENT

"Untuk kondisi di old landfill sisi barat selatan yang berbatasan langsung dengan Desa Jedong, Kecamatan Wagir, sudah terjadi penurunan intensitas titik api, namun masih ditemukan titik panas di beberapa titik," bebernya.

Pandu menjelaskan, titik api dengan intensitas tinggi masih terpusat di zona old landfill sisi tengah. Kondisi tersebut membuat tim pemadam memfokuskan penanganan di area tersebut untuk menekan panas sekaligus mengurangi kepulan asap yang masih tebal.

Sejumlah armada dikerahkan mendukung pemadaman. Kekuatan yang diterjunkan meliputi 3 unit armada Damkar Kota Malang dibantu 2 unit armada suplai dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), satu unit armada suplai dari Damkar Kabupaten Malang, serta 2 unit kendaraan pemadam kebakaran militer.

Teknik injeksi tetap menjadi metode utama agar air bisa meresap ke bagian dalam gunungan sampah, tempat panas berpotensi masih tersimpan.

"Masih sama teknik injeksi supaya air dapat meresap masuk ke dalam gunungan sampah.Kami juga dibantu ekskavator utk percepatan penguraian gunungan sampah," terangnya.

Selain itu, penggunaan ekskavator membantu mengurai tumpukan sampah sehingga proses penanganan titik panas dapat dilakukan lebih efektif. Pandu menambahkan, informasi dari Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) area zona old landfill memiliki luas sekitar 8 hektare. Sementara, zona new landfill memiliki luas sekitar 6 hektare.

Dengan masih ditemukannya titik panas di sejumlah bagian, proses pemadaman dan pendinginan kawasan TPA Supiturang masih terus dilakukan.

"Alhamdulillah tidak ada perluasan titik api," pungkasnya.



(irb/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads