Merajut Toleransi dari Malang Saat Peringatan Hari Santri 2026

Muhammad Aminudin - detikJatim
Kamis, 22 Okt 2026 23:30 WIB
Peringatan Hari Santri di Lawang jadi momen perkuat toleransi lintas iman. (Foto: Istimewa)
Malang -

Mengenang jasa dan perjuangan para ulama tidak hanya sebatas berziarah ke makam-makam leluhur, melainkan juga meneruskan nilai-nilai perjuangan, merawat persatuan, serta menjaga perdamaian di tengah keberagaman bangsa.

Semangat inilah yang terpancar dalam rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang digelar oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Rangkaian peringatan dibuka dengan ziarah ke makam para muassis dan tokoh NU di wilayah Malang hingga Jawa Timur.

Perjalanan spiritual ini melintasi berbagai situs bersejarah, di mulai dari makam KH. Zaini di Desa Mbambangan, dilanjutkan ke kompleks pemakaman tokoh NU Kalirejo seperti KH. Abu Amar, KH. Abdillah Abu Amar, KH. Qosim, KH. Faishol Qosim, KH. Faroid, dan KH. Syamsul Ma'arif, hingga makam KH. Damanhuri di Singosari.

Tidak berhenti di situ, rombongan juga melanjutkan perjalanan ke Jombang untuk berziarah ke makam pendiri NU seperti KH. Hasyim Asy'ari, KH. Abdul Wahab Chasbullah, dan KH. Bisri Syansuri, lalu bertolak ke makam Syaikhona Kholil di Bangkalan, Madura, dan diakhiri di makam Sunan Ampel, Surabaya.

Puncak dari seluruh rangkaian acara berlangsung khidmat dalam bentuk Apel Hari Santri yang digelar di Lapangan Kali Soerak, Desa Kalirejo, Kecamatan Lawang pada Kamis (22/10/2026).

Apel ini dihadiri oleh jajaran Muspika Lawang, pengurus NU beserta badan otonom dan ranting, para santri, lembaga pendidikan, serta tokoh-tokoh komunitas lintas iman, seperti jemaat GKJW Lawang, penganut Sapto Darmo, umat Baha'i, dan penganut Katolik.

Bertindak sebagai pembina apel, Camat Lawang, Nur Soleh Hidayat mengimbau seluruh peserta yang hadir agar senantiasa meneladani jejak perjuangan para pendahulu bangsa dan pendiri NU.

"Cita-cita luhur para tokoh pendahulu yang telah mendirikan NU dan berkontribusi besar bagi bangsa ini harus terus kita lanjutkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari," ujar Nur Soleh Hidayat di hadapan para peserta apel.

Suasana kebersamaan semakin terasa hangat saat perwakilan dari komunitas lintas iman turut memberikan pesan perdamaian.

Pendeta Sevi Niasari yang hadir mewakili jemaat gereja menyampaikan rasa hormat dan apresiasinya atas keterlibatan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang perbedaan keyakinan.

"Kehadiran berbagai komunitas lintas iman di sini menjadi pesan kuat bahwa penghormatan terhadap perjuangan para ulama dapat berjalan beriringan dengan persaudaraan dan toleransi," kata pendeta Sevi terpisah.

"Kami mengucapkan selamat Hari Santri kepada keluarga besar NU, semoga senantiasa konsisten melanjutkan misi mulia para tokoh pendahulu," sambungnya.

Melalui perpaduan ziarah spiritual dan apel kebangsaan ini, MWC NU Kecamatan Lawang berharap ukhuwah Islamiyah serta ukhuwah wathaniyah dapat tumbuh semakin kokoh.



Simak Video "PDI Perjuangan Jatim Bagikan 1.000 Paket Bansos"

(auh/abq)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork