Alat Pemadam Ditambah 3 Kali Lipat untuk Atasi Api TPA Supiturang

Alat Pemadam Ditambah 3 Kali Lipat untuk Atasi Api TPA Supiturang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Kamis, 22 Okt 2026 17:21 WIB
Pemadaman kebakaran TPA Supiturang Malang
Pemadaman kebakaran TPA Supiturang Malang (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supiturang, Kota Malang, meluas hingga sekitar 8 hektare. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menambah kekuatan peralatan pemadam hingga tiga kali lipat untuk mempercepat penanganan api.

Upaya pemadaman melibatkan sejumlah pihak, mulai dari kepolisian, Pemerintah Kabupaten Malang, Pemerintah Kota Batu, TNI, hingga pihak swasta.

Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin mengatakan, penambahan peralatan dilakukan untuk memperluas jangkauan pemadaman, terutama di titik-titik api yang sulit dijangkau petugas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan peralatan yang tersedia sebelumnya, petugas diperkirakan hanya mampu memadamkan api di area sekitar 200 meter dalam waktu dua jam. Pemkot Malang menargetkan jangkauan tersebut meningkat menjadi 400-600 meter dalam durasi yang sama.

"Nanti kita hitung karena dengan alat yang sekarang per dua jam berhasil pemadaman 200 meter. Nanti kita tingkatkan dari 400 sampai 600 meter dalam dua jam, tentu dengan penambahan dua sampai tiga kali lipat alat," ujar Ali setelah rapat koordinasi percepatan penanganan kebakaran di TPA Supiturang, Kamis (22/10/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Ali, percepatan pemadaman membutuhkan dukungan peralatan suplai air dan alat pemukul atau injeksi untuk menjangkau area kebakaran.

Pemkot Malang telah memperkirakan kebutuhan 16 unit alat suplai dan delapan unit alat pemukul atau injeksi. Jumlah tersebut masih dapat ditambah dengan menyesuaikan kebutuhan di lapangan.

Ali menambahkan, kebutuhan alat suplai air menjadi perhatian, karena setiap satu alat pemukul atau injek membutuhkan dukungan dua mobil suplai agar proses pemadaman tidak terputus.

Selain itu, petugas telah memetakan titik-titik pengambilan air untuk memastikan ketersediaan pasokan selama proses pemadaman berlangsung.

"Alat suplainya, alat pemukulnya, injek tadi itu, sama kemudian tandon air, pengambilan air juga sudah kita hitung di mana titik-titik air pengambilan air sehingga tidak terputus dalam pemadaman itu," jelasnya.

Seluruh dukungan peralatan diupayakan datang dari berbagai instansi dan pihak terkait. Selain peralatan milik Pemkot Malang, bantuan juga melibatkan Kabupaten Malang, Kota Batu, kepolisian, pihak swasta, hingga Kodim.

Penambahan kekuatan ini diharapkan membuat petugas lebih leluasa menjangkau titik api yang selama ini belum tertangani secara optimal.

Ali mengungkapkan, tantangan utama pemadaman berasal dari kondisi medan dan cuaca. Sejumlah area berada di ketinggian sehingga sulit dijangkau peralatan.

Suhu panas yang tinggi serta embusan angin kencang juga membuat api berpotensi cepat menjalar, terutama ketika mengenai vegetasi dan rumput kering di sekitar lokasi.

"Alam sendiri (kendala), karena ini juga ada ketinggian, masuknya alat kita kan enggak bisa masuk. Kondisi panasnya sangat luar biasa, sehingga anginnya juga kencang dan agak kesusahan," ungkapnya.

Pemkot Malang berharap penambahan peralatan dapat mempercepat penanganan dibandingkan kebakaran pada tahun sebelumnya.

Ali menyebut, pemadaman dengan mengandalkan peralatan yang dimiliki Pemkot Malang saat itu membutuhkan waktu hampir dua pekan.

"Kita tambah tiga kali lipat dari bantuan kepolisian, kabupaten, serta Kodim dan swasta. Kita upayakan lebih cepat karena ada tiga kali lipat alat yang nanti bisa kita datangkan," tandasnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads