Water Cannon Bantu Pemadaman TPA Supiturang Malang

Water Cannon Bantu Pemadaman TPA Supiturang Malang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Kamis, 22 Okt 2026 12:00 WIB
Pemadaman kebakaran TPA Supiturang Malang
Pemadaman kebakaran TPA Supiturang Malang/Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim
Malang -

Bara api masih bermunculan di TPA Supiturang sampai hari ini. Sejumlah upaya mempercepat pemadaman tengah dirancang Pemerintah Kota Malang dibantu TNI-Polri dan relawan.

Penanganan kebakaran terpadu pun dilakukan, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin bersama Kapolresta Malang Kota Kombes Danang Setiyo Pambudi Sukarno, Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Dedy Azis datang langsung meninjau di TPA Supiturang, Kamis (22/10/2026), sekitar pukul 10.10 WIB.

Pantauan di lokasi, sejumlah mobil pemadam kebakaran dan water cannon Polresta Malang Kota terus berupaya melakukan pembasahan pada gunungan sampah di sisi utara dan barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mobil tangki Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Perumda Tugu Tirta serta mobil pemadam milik sejumlah perusahaan juga bersiaga di lokasi.

ADVERTISEMENT

Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menyataka, rapat koordinasi untuk mempercepat penanganan kebakaran akan digelar siang ini.

"Setelah ini kita rakor bersama Bapak Kapolresta, Bapak Dandim untuk mempercepat penanganan. Termasuk koordinasi secara langsung untuk alat-alat yang dibutuhkan untuk mempercepat," kata Ali kepada wartawan di TPA Supiturang, Kamis (22/10/2026).

Menurut Ali, penanganan untuk mempercepat pemadaman kebakaran sangat perlu dilakukan. Karena dampak asap dari kebakaran sampah cukup membahayakan.

"Karena di sana kan (tumpukan sampah) asapnya agak membahayakan. Sehingga harus dipercepat dengan metode-metode yang khusus. Biar tidak juga relawan kita jadi korban dan membahayakan bagi relawan kita atau petugas kita," tegasnya.

"Sehingga nanti kita siapkan skema yang efektif dan tidak mengganggu masyarakat, lebih efektif, lebih cepat," sambungnya.

Ali menambahkan, dengan rapat koordinasi akan diketahui secara detil luas area yang terdampak, sekaligus kebutuhan peralatan untuk mempercepat pemadaman.

"Nanti kita bisa ukur dengan luasnya area ini membutuhkan alat berapa, jet berapa, tangki berapa, sampai kemudian bantuan dari Polresta juga ada kabupaten, terus dari swasta," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Ali menjelaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan kapan penanganan kebakaran ini tuntas dilakukan. Namun upaya mempercepat pemadaman masih terus berjalan hingga hari ini.

"Kita belum bisa menjanjikan kapan selesainya, tapi pasca ini kita rapat bersama dengan Pak Dandim, Pak Kapolresta, semua OPD terkait Satpol, BPBD, dan DLH untuk mempercepat ini sambil menghitung kebutuhan-kebutuhan yang lainnya dan dibutuhkan berapa waktunya," jelasnya.

Ditanya kendala pemadaman hingga berlangsung dua hari ini ?. Ali menuturkan, jika lahan yang terbakar merupakan tumpukan sampah. Meski pada permukaan api telah berhasil dipadamkan, namun bara api diduga masih membawa di bagian bawah gunungan sampah

"Karena ini kan sampah yang tertimbun, apinya sudah masuk ke dalam dan ada beberapa yang membahayakan misalnya ada gas etanol dan lain sebagainya," tuturnya.

Rencananya, kata Ali, upaya pemadaman akan mengikuti arah angin. Sehingga bisa mencegah kobaran api tak merembet ke area lainnya.

"Nanti metodenya pun mengikuti arah angin untuk injeksi airnya, sehingga nanti kita percepat itu. Kita tidak bisa langsung dan asal semprot dari atas dan mencoba menyelesaikan," terangnya.

"Atau kemudian nanti pakai ekskavator untuk membongkar bara api yang sudah masuk ke dalam. Karena ini kan sampah plastik sehingga nanti membahayakan," sambungnya.



(mua/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads