Gerhana Matahari 2027 Tidak Bisa Dilihat di Semua Wilayah, Ini Alasannya

Gerhana Matahari 2027 Tidak Bisa Dilihat di Semua Wilayah, Ini Alasannya

- detikJatim
Kamis, 22 Okt 2026 20:00 WIB
Gerhana matahari total tahun 2026 di Spanyol.
Ilustrasi gerhana matahari total. Foto: NASA
Surabaya -

Gerhana matahari total akan terjadi pada 2 Agustus 2027. Fenomena astronomi ini menjadi salah satu gerhana paling istimewa abad ini karena memiliki durasi totalitas yang panjang, yakni mencapai 6 menit 23 detik pada puncaknya.

Meski begitu, gerhana matahari total 2027 tidak bisa disaksikan dari semua wilayah di bumi. Fenomena ini hanya dapat diamati secara total di daerah yang dilintasi bayangan inti Bulan.

Sementara itu, sejumlah wilayah lain hanya akan mengalami gerhana sebagian atau bahkan tidak dapat melihat gerhana sama sekali. Indonesia termasuk wilayah yang tidak dilintasi jalur totalitas gerhana tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya, masyarakat di tanah air tidak bisa menyaksikan Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2027. Lantas, mengapa gerhana matahari hanya bisa dilihat dari wilayah tertentu? Berikut penjelasan mengenai penyebab, jalur lintasan, hingga durasi Gerhana Matahari Total 2027.

ADVERTISEMENT

Penyebab Gerhana Matahari Total

Gerhana matahari total terjadi ketika bulan berada di antara matahari dan bumi sehingga menutupi seluruh piringan matahari jika dilihat dari wilayah tertentu di bumi.

Dalam kondisi tersebut, bulan menghalangi cahaya matahari yang seharusnya mencapai permukaan bumi. Akibatnya, wilayah yang berada di jalur bayangan inti bulan akan mengalami kegelapan sementara pada siang hari.

Langit dapat terlihat lebih gelap menyerupai kondisi menjelang senja. Suhu di sekitar wilayah yang mengalami gerhana matahari total juga dapat menurun selama fenomena berlangsung.

Namun, kondisi tersebut tidak terjadi di seluruh bumi. Gerhana matahari total hanya dapat diamati dari jalur tertentu, sedangkan wilayah di luar jalur itu mungkin mengalami gerhana sebagian atau tidak melihat gerhana sama sekali.

Jalur Gerhana Matahari Total 2027

Salah satu alasan gerhana matahari total 2027 tidak dapat disaksikan secara total dari Indonesia adalah jalur bayangan inti bulan yang tidak melewati wilayah tanah air.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), jalur totalitas gerhana matahari total pada 2 Agustus 2027 akan melintasi sejumlah wilayah di Afrika Utara, Eropa Selatan, dan Timur Tengah.

Dengan demikian, masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan matahari tertutup sepenuhnya oleh bulan dalam fenomena tersebut. Untuk mengetahui apakah suatu wilayah dapat melihat gerhana, posisi wilayah itu terhadap jalur lintasan bulan menjadi faktor penting.

Wilayah yang Dilintasi Bayangan Bulan

Gerhana matahari total tidak membuat seluruh bumi menjadi gelap secara bersamaan. Hal ini karena bayangan bulan yang jatuh ke permukaan bumi hanya mencakup wilayah tertentu.

Pada gerhana matahari total 2027, jalur totalitas diperkirakan memiliki lebar maksimum sekitar 258 kilometer. Wilayah yang berada di dalam jalur tersebut berkesempatan menyaksikan piringan matahari tertutup sepenuhnya selama fase totalitas.

Sementara itu, wilayah yang berada di luar jalur inti bayangan bulan mungkin hanya mengalami gerhana sebagian. Dalam kondisi ini, sebagian piringan matahari masih terlihat karena tidak seluruh permukaannya tertutup bulan.

Adapun wilayah yang berada di luar jangkauan bayangan gerhana tidak akan mengalami fenomena tersebut. Inilah alasan gerhana matahari total tidak dapat disaksikan dengan bentuk dan tingkat penutupan yang sama dari seluruh lokasi di bumi.

Gerhana Matahari Total 2027 Melintasi Afrika Utara hingga Timur Tengah

Jalur gerhana matahari total pada 2 Agustus 2027 membentang dari Samudra Atlantik, melewati sejumlah wilayah di Eropa Selatan dan Afrika Utara, hingga Timur Tengah.

Negara-negara yang dilintasi jalur totalitas gerhana matahari total mencakup Spanyol, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Sudan, Arab Saudi, Yaman, Somalia, serta Kepulauan Chagos.

Mesir menjadi salah satu tujuan utama untuk mengamati fenomena ini. Kota Luxor, misalnya, disebut sebagai salah satu lokasi yang menjanjikan untuk menyaksikan gerhana matahari total, terutama karena peluang kondisi langit cerah.

Selain Mesir, Spanyol, Maroko, dan Aljazair juga dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menyaksikan matahari tertutup sepenuhnya oleh bulan.

Sementara itu, sejumlah negara lain di luar jalur totalitas hanya akan mengalami gerhana matahari sebagian. Perbedaan tersebut bergantung pada posisi geografis masing-masing wilayah terhadap lintasan bayangan bulan.



(Myesha Fatina Rachman/irb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads