Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan edukasi pelindungan anak di ruang digital menjangkau sejumlah sekolah pada 2026. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran anak dalam menggunakan internet secara aman.
Hal tersebut sejalan dengan penguatan pelindungan anak di ruang digital melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sidoarjo Anita Inggit Zaenuris Shofa mengatakan, ada sembilan sekolah yang menjadi sasaran kegiatan edukasi.
SMPN 2 Sidoarjo menjadi sekolah pertama dalam kegiatan Deklarasi dan Edukasi Publik Serentak Pelindungan Anak di Ruang Digital.
"Untuk target tahun ini kami total sembilan termasuk SMPN 2 Sidoarjo. Jadi, kami nanti akan berkeliling ke delapan sekolah lainnya," kata Inggit kepada detikJatim, Kamis (22/10/2026).
Ia menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan serentak di Jawa Timur, mulai tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Menurutnya, pelindungan anak di ruang digital membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, sekolah, orang tua, dan anak.
"Ruang digital saat ini perkembangannya sangat pesat. Anak-anak kita siapa yang melindungi kalau tidak kita, dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Pemerintah wajib hadir untuk melindungi anak-anak," tutur Inggit.
Pemkab Sidoarjo juga akan mendorong sekolah menerapkan kebijakan penggunaan gawai. Ia mencontohkan penerapan di SMPN 2 Sidoarjo, yakni siswa boleh membawa ponsel, tetapi perangkat harus disimpan di loker selama jam sekolah dan hanya digunakan pada waktu tertentu.
Selain di sekolah, orang tua diharapkan menerapkan batasan waktu penggunaan gawai di rumah serta membangun komunikasi dengan anak mengenai penggunaan media digital.
Pemkab Sidoarjo menargetkan edukasi tidak berhenti pada sembilan sekolah tersebut. Pihaknya berencana memanfaatkan kanal dan platform digital untuk memperluas jangkauan sosialisasi ke sekolah lain di wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Inggit pun turut berpesan kepada seluruh anak di Kabupaten Sidoarjo agar bisa menjadi generasi yang cerdas di dunia digital.
"Anak-anakku semua, para siswa-siswi di Kabupaten Sidoarjo, mari kita menjadi generasi yang cerdas digital. Lindungi diri kalian, lindungi teman-teman kalian juga. No cyberbullying," pesannya.
Sementara itu, Kepala SMPN 2 Sidoarjo Sukardi berharap siswa yang mengikuti kegiatan dapat menyebarkan pemahaman tentang penggunaan media digital yang aman kepada teman-temannya di kelas.
"Harapan kami nanti anak-anak setelah mendapatkan sosialisasi berkaitan dengan digital aman, bisa diimbaskan ke teman-temannya. Bagaimana nanti anak-anak menggunakan media digital dengan aman," kata Sukardi.
Simak Video "Video: Viral Pelajar Terpapar HIV di Sidoarjo Capai 522 Orang, Dinkes Buka Suara "
(irb/hil)