Peristiwa suara dentuman keras yang menggelegar di sekitar kawasan Gunung Pandan pada Minggu (18/10/2026) petang terus menyita perhatian publik. Dentuman nyaring yang terdengar bertepatan dengan azan Magrib tersebut, memicu gelombang spekulasi di kalangan warga perbatasan Kabupaten Madiun, Bojonegoro, Nganjuk, hingga Tuban.
Misteri tersebut kian menebal setelah warga menemukan bekas hantaman berupa lubang besar beserta serpihan logam misterius di area ladang jagung.
Berikut rangkuman fakta-faktanya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Dentuman Terdengar hingga Luar Daerah
Suara keras yang menggelegar dari kawasan Gunung Pandan tersebut terdengar sangat nyaring hingga getarannya dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah perbatasan. Perangkat desa setempat membenarkan bahwa kabar mengenai suara dentuman itu menyebar luas karena banyak warga yang mengaku mendengar langsung kejadian tersebut.
"Infonya begitu (ada suara dentuman) tapi saya sedang di Karangjati Ngawi. Tapi info saking (dari) masyarakat sami mireng (mendengarkan)," ujar Kepala Desa Sumberbendo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Suprapto, Rabu (21/10/2026).
2. Penemuan Lubang Menganga di Kebun Jagung
Rasa penasaran masyarakat mulai menemukan titik terang dua hari pasca-kejadian ketika seorang warga menemukan lubang misterius dengan bekas tembakan tanah di ladang jagung.
Aparat kepolisian yang turun ke lokasi mengonfirmasi keberadaan lubang berukuran cukup besar tersebut dan langsung melakukan pengukuran di tempat kejadian perkara.
"Betul ada temuan lubang masih belum diketahui lubang apa. Lokasi di kebun jagung petani. Ditemukan lubang sedalam 160 cm dengan diameter 100 cm. Juga ditemukan percikan tanah," jelas Kapolres Madiun, AKBP Ridwan Maliki.
3. Serpihan Logam Misterius Diamankan Polisi
Teka-teki mengenai asal-usul lubang tersebut semakin pekat setelah petugas menemukan serpihan logam asing tak jauh dari pusat bekas hantaman tanah. Benda berukuran sebesar telapak tangan orang dewasa itu kini telah disita oleh pihak kepolisian untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium guna mengungkapkan identitas aslinya.
"Ada benda serpihan ditemukan di dekat lubang. Seukuran telapak tangan orang dewasa serpihan yang ditemukan. Masih kita amankan di Polres Madiun dan kita masih lakukan upaya penyelidikan," tegas Ridwan.
4. BMKG Pastikan Tak Ada Aktivitas Kegempaan
Meskipun fenomena dentuman keras kerap dikaitkan dengan pergerakan struktur bumi, pihak BMKG memastikan tidak menemukan adanya sinyal gempa bumi di lokasi kejadian pada waktu tersebut.
Petugas mengonfirmasi bahwa instrumen pencatat gempa tidak merekam adanya aktivitas tektonik maupun vulkanik di kawasan Gunung Pandan saat dentuman terjadi.
"Kalau berdasarkan tupoksi kami di BMKG, tidak ada aktivitas kegempaan yang terjadi di sekitar Gunung Pandan," terang Petugas Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya BMKG Nganjuk, Setiyaris.
5. Penjelasan Ilmiah Berbagai Potensi Penyebab Suara
BMKG menjelaskan bahwa dentuman keras di udara dapat bersumber dari bermacam-macam faktor, mulai dari dinamika atmosfer hingga gelombang tekanan yang merambat dari kejauhan.
Pihak BMKG menekankan pentingnya verifikasi komprehensif serta integrasi berbagai data pengamatan sebelum mengambil kesimpulan akhir mengenai sumber suara tersebut.
"Perlu diverifikasi lagi karena dentuman banyak penyebabnya, secara teori memang salah satu kemungkinan dentuman misterius yang terdengar di suatu wilayah adalah gelombang akustik akibat aktivitas tektonik atau vulkanik. Secara sederhana, pelepasan energi di dalam bumi dapat menghasilkan getaran yang merambat melalui batuan dan, dalam kondisi tertentu, memicu gelombang tekanan di udara," bebernya.
"Gelombang suara atau infrasonik ini dapat merambat jauh, mengalami pembiasan dan pemantulan oleh lapisan atmosfer, sehingga suara terdengar di lokasi yang jauh dari sumbernya. Namun, tidak semua dentuman berasal dari aktivitas tektonik atau vulkanik. Fenomena atmosfer, petir, aktivitas manusia, maupun gelombang kejut juga dapat menimbulkan suara serupa. Untuk memastikan sumbernya, diperlukan korelasi data seismik, infrasonik, kondisi atmosfer, serta laporan pengamatan di lapangan," lanjut Setiyaris.
6. Penyelidikan Lanjutan dan Pemasangan Garis Polisi
Untuk menjaga sterilnya area penemuan serta mencegah kerumunan warga yang penasaran, aparat kepolisian telah membatasi akses ke lokasi dengan memasang garis polisi.
Penyelidikan intensif masih terus dilakukan oleh Polres Madiun bersama tim ahli untuk mengidentifikasi serpihan logam dan keterkaitannya dengan suara dentuman.
"Kita masih selidiki temuan lubang itu dan sudah kita beri police line," pungkas AKBP Ridwan Maliki.
