Kebakaran di kawasan Gunung Arjuno-Welirang telah meluas. Sejauh ini upaya pemadaman dan penanganan hanya bisa dilakukan tim gabungan melalui jalur darat.
Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini mengatakan bahwa pemadaman kebakaran sejauh ini hanya melalui jalur darat. Sedangkan untuk bantuan udara masih belum dikerahkan.
"Sampai saat kami masih melakukan penanganan melalui darat. Memadamkan api dengan gepyok dan membuat sekat bakar untuk wilayah curam yang tidak bisa dijangkau oleh petugas," terang Tyas sapaan akrabnya kepada detikJatim, Rabu (21/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal helikopter water bombing, Tyas menyampaikan bahwa pihaknya bersama BPBD Jatim tengah mengajukan bantuan udara itu. Mengingat kebakaran di Gunung Arjuno-Welirang makin meluas.
"Kami masih berusaha melobi pusat untuk barangkali ada bantuan water bombing. Namun, mungkin sampai saat ini masih skala prioritas (kebakaran) di Kalimantan," ujarnya.
Tyas menjelaskan bahwa situasi kebakaran Gunung Arjuno-Welirang kini semakin meluas. Dari awalnya hanya berada di wilayah Pasuruan, kini telah merembet ke Kabupaten Malang, Mojokerto hingga Kota Batu.
Sejak Selasa pagi, terpantau masih ada sekitar 70 titik api atau hotspot yang terdeteksi menyebar di 4 wilayah. Meski begitu, data ini sangat fluktuatif dan kemungkinan bertambah maupun berkurang.
"Titik (api) kemarin itu lebih dari 100. Sekarang update pagi ini sebenarnya di angka 70, cuma itu (data) masih sangat fluktuatif. (Data) titik api masih bisa berubah tergantung kondisi lapangan," tutur Tyas.
Sampai saat ini, ada lebih dari 100 personel gabungan dari Polhut, UPT Tahura Raden Soerjo, Mangga Agni, BPBD, TNI-Polri hingga relawan yang telah disebar untuk melakukan pemadaman darat.
