Ribuan Keluarga di Kaki Arjuno-Welirang Krisis Air Bersih Imbas Karhutla

Ribuan Keluarga di Kaki Arjuno-Welirang Krisis Air Bersih Imbas Karhutla

Muhajir Arifin - detikJatim
Selasa, 20 Okt 2026 11:45 WIB
Kebakaran hutan dan lahan Gunung Arjuno-Welirang turut merusak jaringan air bersih. Imbasnya, ribuan warga lereng gunung mengalami krisis air bersih.
Kebakaran hutan dan lahan Gunung Arjuno-Welirang merusak jaringan air ke permukiman. Imbasnya, ribuan warga lereng gunung mengalami krisis air bersih. (Foto: Istimewa)
Pasuruan -

Kebakaran di Gunung Arjuno-Welirang tidak hanya menghanguskan hutan. Api yang membakar vegetasi di gunung itu merusak jaringan pipa yang menyalurkan air bersih dari mata air ke permukiman di kaki gunung.

Data dari desa setempat menyebutkan bahwa jaringan pipa yang rusak di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Pasuruan mencapai 5,2 kilometer. Sebanyak 2.900 Kepala keluarga terdampak. Mereka tersebar di Dusun Tonggowa, Dusun Cowek, dan Dusun Tegal Kidul.

"Pipa air bersih yang terbakar dan rusak panjangnya sekitar 5,2 kilometer. Itu dari sumber air ke tandon air pertama. Pipa jenis PVC dan HDPE," kata Kepala Desa Jatiarjo MH Dardiri, Selasa (20/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jaringan pipa itu rusak sejak Sabtu (17/10). Selama 4 hari warga Desa Jatiarjo mengandalkan bantuan air bersih dari berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan darurat minum dan masak.

"Bantuan air bersih sudah diterima warga dari beberapa perusahaan, beberapa partai, dan BPBD Kabupaten Pasuruan. Bantuan dana dari warga desa yang merantau juga kami tampung," kata Dardiri, Selasa (20/10/2026).

ADVERTISEMENT
Kebakaran hutan dan lahan Gunung Arjuno-Welirang turut merusak jaringan air bersih. Imbasnya, ribuan warga lereng gunung mengalami krisis air bersih.Warga dan relawan memperbaiki jaringan air ke permukiman yang terdampak karhutlaGunung Arjuno-Welirang. (Foto: Istimewa)

Meski demikian pihaknya berusaha secepatnya melakukan perbaikan pipa yang rusak agar tidak terlalu lama bergantung pada batuan. Menurut Dardiri, hari ini dimulai perbaikan jaringan pipa.

"Kebakaran di jalur pipa sudah padam, hari ini dilakukan perbaikan. Kita pilih pipa-pipa yang masih bisa digunakan. Perbaikan membutuhkan waktu paling cepat empat hari," terangnya.

Kerusakan jaringan pipa air bersih terjadi di Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi. Pj Kepala Desa Tambaksari, Rocmah mengatakan kurang lebih 1.000 KK warganya mengalami kekurangan air bersih. Rinciannya, 350 KK di Dusun Tambakwatu, 300 KK di Dusun Gunungmalang, dan 350 KK di Dusun Ampelsari.

"Kami memenuhi pasokan air untuk warga terdampak dengan droping air bersih dari truk tangki air curah," terang Rocmah.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyiapkan anggaran untuk memperbaiki jaringan pipa yang rusak. "Iya kemarin ada rapat dengan Pemkab soal bantuan perbaikan pipa," ungkap Dardiri.



(irb/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads