Kekeringan di Trenggalek Makin Parah, 65 Desa Alami Krisis Air

Kekeringan di Trenggalek Makin Parah, 65 Desa Alami Krisis Air

Adhar Muttaqin - detikJatim
Minggu, 18 Okt 2026 05:30 WIB
Bantuan air bersih untuk warga Trenggalek
Bantuan air bersih untuk warga Trenggalek (Foto: Istimewa)
Trenggalek -

Wilayah yang mengalami krisis air akibat kemarau panjang di Trenggalek tercatat mencapai 65 desa. Upaya penanggulangan dilakukan secara pentaheliks dengan melibatkan lintas instansi.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan 65 desa yang mengalami krisis air tersebar di seluruh kecamatan di Trenggalek. Bencana ini menjadi yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.

"Tahun ini semua kecamatan terdampak, ada 14 kecamatan, baik itu di pegunungan, pesisir dan perkotaan ada yang mengalami kekeringan," kata Triadi Atmono, Sabtu (17/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah warga yang terdampak diperkirakan mencapai 41.592 jiwa atau 14.080 kepala keluarga. Kecamatan Panggul menjadi wilayah terparah dengan 13 desa yang terdampak, disusul Kecamatan Tugu delapan desa dan Kecamatan Watulimo serta Pogalan masing-masing enam desa. Saat ini kondisi ketersediaan air tanah di masing-masing wilayah terdampak semakin menyusut.

Upaya penanggulangan terhadap wilayah yang terdampak dilakukan dengan menyalurkan bantuan air bersih. Jumlah bantuan yang digelontorkan hingga saat ini mencapai 3.630.000 liter.

ADVERTISEMENT

"Dari 65 desa yang terdampak, kami sudah menjangkau 61 desa, sisanya akan kami penuhi secara bertahap," imbuhnya.

Diakui proses distribusi air bersih tidak bisa dilakukan serentak karena keterbatasan armada. Sehingga pasokan air dilakukan secara bergiliran.

Selain itu upaya penanggulangan dampak kekeringan juga dilakukan secara pentaheliks dengan melibatkan berbagai instansi pemerintah hingga pihak swasta. "Ada banyak yang terlibat ada instansi vertikal, perusahaan swasta hingga kelompok masyarakat. Kami sangat berterima kasih atas kepeduliannya," jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, mengatakan untuk mendukung upaya penanganan dampak krisis air, pihaknya mengintensifkan program Patroli Gentong.

"Kami perintahkan polsek jajaran untuk membantu masyarakat yang mengalami kekeringan. Alhamdulillah program Patroli Gentong sudah berlangsung lama, setiap ada kekeringan diaktifkan lagi," kata AKBP Rizky.

Menurutnya untuk menjalankan kegiatan tersebut, kendaraan patroli disulap menjadi mobil distribusi air. Bagian bak terbuka dipasang tandon air bersih untuk didistribusikan kepada warga terdampak kekeringan.

"Karena seperti di ketahui bersama, kita masih menghadapi El Nino dan dampak dari kekeringan," ujarnya.

Program Patroli Gentong akan dijalankan hingga kekeringan mereda. Pihaknya mengaku kehadiran kepolisian mendapatkan sambutan antusias dari masyarakat.

"Kami tentu sangat prihatin atas kekeringan yang terjadi. Ini menjadi tanggung jawab kita untuk gotong royong membantu masyarakat," pungkasnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads