2 Korban Luka Bakar Karhutla Bromo Dirujuk ke RSU dr Soetomo Surabaya

2 Korban Luka Bakar Karhutla Bromo Dirujuk ke RSU dr Soetomo Surabaya

M Rofiq - detikJatim
Kamis, 15 Okt 2026 23:57 WIB
Bupati Probolinggo Muhammad Haris saat di RSUD Tongas
Bupati Probolinggo Muhammad Haris saat di RSUD Tongas (Foto: M Rofiq/detikJatim)
Probolinggo -

Enam orang menjadi korban Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo. Empat korban dinyatakan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya mengalami luka bakar.

Bupati Probolinggo Muhammad Haris menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya empat orang dalam insiden kebakaran tersebut. Sedangkan dua korban yang mengalami luka kini dirujuk ke RSU Dr. Soetomo Surabaya karena luka bakar lebih dari 50 persen.

"Malam hari ini kami harus menyampaikan kabar duka bahwa sampai saat ini ada empat relawan karhutla di Bromo yang telah meninggal dunia dan ada dua korban lagi dalam kondisi luka serius, luka bakar, dan sekarang sedang dirujuk ke Surabaya," ujar Haris, Kamis (15/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, pihaknya saat juga akan menyelidiki penyebab karhutla yang menewaskan empat orang itu. Saat ini, tim kepolisian tengah mengumpulkan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian. Penyidik juga mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam insiden tersebut.

ADVERTISEMENT

"Saat ini tim kita sedang berusaha untuk mengumpulkan barang bukti yang ada di sana. Nanti bagaimana penyelidikannya akan kita sampaikan kepada publik lebih lanjut. Ada unsur kelalaian atau tidak, masih kita selidiki," ujar Asmida.

Penyelidikan tersebut diharapkan dapat mengungkap secara jelas kronologi kejadian serta memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa karhutla yang menelan empat korban jiwa tersebut.

Peristiwa kebakaran terjadi di Bukit Kembang Puncak Sari, tepatnya di Pusung Lingker Utara, sebelah timur Bukit Mentigen, Dusun Cemorolang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis siang.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, insiden bermula ketika 12 orang berupaya memadamkan api yang membakar kawasan Bromo. Namun, dalam proses pemadaman tersebut, enam orang terpisah dari kelompoknya.

Api kemudian membesar secara tiba-tiba. Kondisi vegetasi yang kering serta tiupan angin kencang diduga mempercepat penyebaran api hingga membuat enam orang tersebut terjebak di tengah kobaran kebakaran.

Sementara itu, Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono mengimbau masyarakat dan wisatawan agar lebih berhati-hati terhadap penggunaan api di kawasan rawan kebakaran.

Ke depan, pihaknya bersama unsur Forkopimda berharap masyarakat lebih waspada, terutama ketika melakukan pembukaan lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran. Imbauan serupa juga ditujukan kepada wisatawan yang berkunjung ke kawasan Bromo.

"Ke depan, harapan kami, para Forkopimda juga mengimbau kepada masyarakat agar hati-hati, utamanya dalam pembukaan lahan ataupun penggunaan api, baik oleh masyarakat maupun wisatawan yang hadir di sana," ujar Ribut.

Ia mengingatkan, kondisi cuaca dan angin dapat mempercepat penyebaran api sehingga membahayakan keselamatan banyak orang. "Sekecil apa pun api itu, apabila terkena angin yang sekencang tadi pagi, akan membawa korban," tegasnya.

Sebelumnya, kebakaran kembali terjadi di kawasan Gunung Bromo, tepatnya di Bukit Kembang Puncak Sari dan Pusung Lingker, wilayah Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Kamis (15/10/2026).

Informasi sementara menyebutkan, enam orang terjebak dalam kebakaran tersebut, dengan tiga orang meninggal dunia. Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.

Dua lokasi yang disebut terdampak berada di Bukit Kembang Puncak Sari serta Pusung Lingker, di sebelah timur Mentigen. Akibat karhutla tersebut, 4 orang dinyatakan meninggal dunia yang kini telah dievakuasi ke RSUD Tongas.



(hil/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads