Viral Udara Surabaya Keruh dan Berkabut Diduga Imbas Karhutla

Viral Udara Surabaya Keruh dan Berkabut Diduga Imbas Karhutla

Nailul Hikmah - detikJatim
Kamis, 15 Okt 2026 19:00 WIB
Foto kondisi udara di Surabaya yang viral di medsos
Foto kondisi udara di Surabaya yang viral di medsos (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Unggahan foto ayng menampilkan udara pagi hari Surabaya keruh beredar viral di media sosial. Dalam foto yang beredar tampak berkabut atau diselimuti asap tebal.

"Surabaya 05:07 am. Getting worse, It's heartbreaking to see our city constantly choked by such thick, toxic smog. When will we finally take air pollution seriously and protect our health? (Surabaya 05:07 pagi. Semakin parah, sangat menyedihkan melihat kota kita terus-menerus tercekik oleh asap kotor yang begitu tebal dan beracun. Kapan kita akhirnya akan serius mengambil alih polusi udara dan melindungi kesehatan kita?)," ungkap pengguna akun Threads @cr8image, Kamis (15/10).

Unggahan tersebut menuai banyak komentar warganet. Mereka menduga kondisi udara yang terlihat keruh di Surabaya berkaitan dengan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Kerja Meteorologi (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) BMKG Juanda, Andrie Wijaya menyebut bahwa kondisi cuaca Kota Surabaya di sore hari pukul 14.00 cerah.

"Kondisi cuaca saat ini untuk kota surabaya terpantau cerah," ujar Andrie saat dihubungi detikJatim, Kamis (15/10/2026).

ADVERTISEMENT

Ia mengungkap bahwa kondisi udara yang tampak keruh ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi cuaca dan atmosfer hingga aktivitas manusia yang berpotensi menghasilkan polutan.

"Kondisi udara yang tampak keruh di Surabaya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik meteorologis maupun aktivitas manusia," terangnya.

Andrie menjelaskan efek dari meteorologi dapat memicu kekaburan udara atau haze, yaitu kondisi ketika partikel-partikel aerosol seperti debu, polutan, dan partikel halus yang tersuspensi di atmosfer sehingga mengurangi kejernihan udara dan jarak pandang.

Selain itu, ia juga mengungkap aktivitas transportasi, industri, dan aktivitas perkotaan juga menjadi sumber emisi partikulat. Pada kondisi atmosfer yang relatif kering, minim hujan, dan terdapat periode angin yang melemah, partikel-partikel tersebut berpotensi bertahan lebih lama di lapisan atmosfer dekat permukaan.

Jadi, kondisi cuaca di Surabaya yang buruk bisa dipengaruhi beberapa faktor, dan Andrie mengatakan bahwa kondisi ini tidak berasal dari asap karhutla di Kalimantan. Hal ini karena penyebaran asap karhutla mengarah ke Barat Laut.

"Kondisi langit berkabut di Kota Surabaya bukan dari imbas karhutla di Kalimantan. Karena saat ini penyebaran asap karhutla di Kalimantan mengarah ke Barat laut," katanya.



(hil/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads