Malang Raya Krisis BBM Subsidi

Malang Raya Krisis BBM Subsidi

Muhammad Aminudin - detikJatim
Kamis, 15 Okt 2026 14:45 WIB
Antrean BBM di SPBU Jalan Mayjen M Wiyono, Kecamatan Blimbing, Kota Malang
Antrean BBM di SPBU Jalan Mayjen M Wiyono, Kecamatan Blimbing, Kota Malang (Foto: Muhammad Aminudin.detikJatim)
Malang -

Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi masih terjadi di wilayah Malang Raya. Antrean pembelian Pertalite dan Bio Solar pun mengular hingga luar area SPBU.

Seperti yang terjadi di SPBU 54.651.43 di Jalan Mayjen M Wiyono, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Pantauan di lapangan, Kamis (15/10), pukul 11.30 WIB, antrean kendaraan roda empat untuk pengisian Bio Solar hingga mencapai jalan raya.

Kepadatan lalu lintas pun terjadi, untuk kendaraan yang akan melintas menuju exit tol Madyopuro, Kota Malang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan hanya kendaraan roda empat atau selebihnya, antrean mengular juga terjadi di anjungan pengisian Pertalite untuk kendaraan roda dua. Penampakan yang sama juga terlihat di SPBU Jalan Bandung, Kota Malang.

ADVERTISEMENT

Krisis BBM bersubsidi juga masih terjadi di SPBU Talok dan SPBU Sedayu di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

"Masih harus mengantre panjang, untuk mendapatkan BBM bersubsidi di SPBU Talok maupun SPBU Sedayu, Turen sampai hari ini," ungkap Ahmad Zaini warga Turen, Kabupaten Malang, kepada detikJatim, Kamis (15/10/2026).

Sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi ini pun dikeluhkan banyak masyarakat. Pengalaman pahit itu salah satunya dialami Hanif warga Kota Malang.

Hanif menceritakan, bahwa sejak Rabu (14/10/2026), malam, sepulang dari bekerja ia berniat untuk mengisi BBM motor miliknya di SPBU 54.651.14 di Jalan S Supriadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

"Kira-kira pukul 22.38 WIB, saya berencana membeli Pertalite di SPBU Sukun. Tapi ketika mau beli antrean sudah cukup panjang," beber Hanif ditemui terpisah.

Hanif pun kemudian membatalkan niatnya untuk membeli BBM, meskipun kondisi BBM di motornya menipis.

"Akhirnya saya tidak jadi beli, karena antreannya panjang sekali," tuturnya.

Esok pagi, Hanif kembali ingin membeli BBM di SPBU yang sama. Agar tidak mengantre, ia pun nekat menuju lokasi sekitar pukul 05.00 WIB pagi.

"Ketika sampai, masih antreannya panjang. Karena harus bekerja, terpaksa saya membeli bensin eceran," keluhnya.

Hanif berharap suplai BBM bersubsidi dapat kembali normal, sehingga tidak menyulitkan masyarakat.

"Semoga bisa normal, kalau terus begini kita akan kesulitan beraktivitas, apalagi kerja," pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus belum memberikan penjelasan terkait pasokan BBM bersubsidi di wilayah Malang Raya.



(mua/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads