Fakta-fakta Kafe di Malang Diduga Tahan KTP Eks Karyawan

Fakta-fakta Kafe di Malang Diduga Tahan KTP Eks Karyawan

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Kamis, 15 Okt 2026 10:45 WIB
Viral kafe di Malang tahan KTP eks karyawannya
Viral kafe di Malang tahan KTP eks karyawannya/Foto: Dok. Istimewa
Malang -

Sebuah kafe di Malang menjadi sorotan setelah pemiliknya dituding menahan kartu tanda penduduk (KTP) mantan karyawan hingga ikut mencampuri kehidupan pribadi mereka setelah mengundurkan diri atau resign.

Persoalan ini mencuat setelah sebuah unggahan di Threads mengungkap dugaan perlakuan terhadap pekerja, mulai dari penahanan identitas, persoalan gaji, hingga sikap pemilik yang dinilai terlalu jauh mengurusi urusan pribadi karyawan.

Akun Threads @milkamgdln_ membagikan pengalaman saudara perempuannya yang disebut pernah bekerja di kafe tersebut, sekaligus melayangkan tuntutan agar pemilik usaha mengembalikan KTP dan meminta maaf atas dugaan perlakuan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut sederet faktanya:

1. Pemilik Kafe Dituding Menahan KTP Mantan Karyawan

Polemik bermula ketika akun Threads @milkamgdln_ mengungkap pengalaman saudara perempuannya yang merupakan mantan karyawan sebuah kafe di Malang. Ia menyebut, pemilik usaha tersebut diduga menahan KTP dan terlalu mencampuri kehidupan pribadi pekerjanya meskipun hubungan kerja telah berakhir.

ADVERTISEMENT

"Salah satu owner cafe di Malang yang kurasa gak waras. Terlalu ngurusin pribadi orang, gaji 40k shift segala nahan KTP," tulis akun @milkamgdln_ yang dikutip detikJatim.

2. Gaji Karyawan Disebut Hanya Rp 40 Ribu per Shift

Selain dugaan penahanan KTP, pengunggah juga menyoroti besaran upah yang disebut hanya Rp 40 ribu untuk setiap shift.

Sehingga, persoalan yang diungkap tidak hanya berkaitan dengan dokumen identitas pekerja, tetapi juga menyangkut kondisi kerja dan perlakuan terhadap karyawan di kafe tersebut.

3. Kehidupan Pribadi hingga Alasan Resign Ikut Dipersoalkan

Pengunggah menyebut mantan karyawan yang ingin mengundurkan diri turut diselidiki mengenai kondisi ekonomi, gaya hidup, hingga alasan berhenti bekerja, bahkan keputusan saudara perempuannya untuk resign karena ingin melanjutkan kuliah disebut tidak dipercaya oleh pihak kafe.

Dalam unggahannya, akun tersebut juga mempersoalkan penagihan seragam kerja yang menurutnya sudah dikembalikan oleh mantan karyawan, sehingga persoalan administrasi setelah pengunduran diri itu turut menjadi bagian dari keluhan yang disampaikan ke publik.

"Seragam udah dibalikin masihi nagih. resign krn mau kuliah dianggap bohong, hanya karena kekepoannya," terangnya.

4. Pemilik Kafe Diminta Mengembalikan KTP dan Meminta Maaf

Atas berbagai dugaan tersebut, pengunggah secara terbuka meminta pemilik kafe mengembalikan KTP milik saudarinya, menghentikan sikap menghakimi dan intimidasi terhadap mantan pekerja, serta menyampaikan permintaan maaf, sembari mengingatkan bahwa pemilik usaha tidak semestinya menggunakan posisi atau kemampuan finansial untuk memperlakukan karyawan secara semena-mena.

"Yang aku mau dari nih owner, balikin KTP saudariku, stop ngejudge ini, stop intimidasi orang, DAN JANGAN LUPA MINTA MAAF," tegasnya.

Pengunggah juga menilai penahanan KTP bukan persoalan sepele dan meminta pihak kafe memberikan penjelasan secara terbuka, terlebih ia menduga terdapat mantan karyawan lain yang mengalami persoalan serupa.

"Poin yang perlu saya perjelas bahwa utas itu saya bagikan karena apapun alasannya penahanan KTP sudah dilarang negara dan lagi menelisik pribadi karyawan bukan ranah owner dan sudah diluar urusan pekerjaan," tegasnya.

"Apabila pihak kafe ingin membersihkan namanya, silahkan klarifikasi sendiri. Karena, sekali lagi, ada korban lain," ucapnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari pemilik kafe terkait tudingan yang disampaikan melalui unggahan Threads tersebut.



(dpe/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads