Heboh Dugaan Pelecehan Maba Unair Diminta Foto Tanpa Baju

Heboh Dugaan Pelecehan Maba Unair Diminta Foto Tanpa Baju

Andina Winanda - detikJatim
Rabu, 14 Okt 2026 20:00 WIB
Tangkapan layar chat dugaan pelecehan yang dialami maba unair
Tangkapan layar chat dugaan pelecehan yang dialami maba Unair. (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Media sosial dihebohkan dengan kemunculan modus penipuan dan dugaan pelecehan yang menyasar mahasiswa baru (maba) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Pelaku berkedok sebagai staf kampus yang mewajibkan tes kesehatan, lalu mengarahkan korban hingga berujung pada permintaan foto tanpa busana.

Kasus ini viral setelah dibagikan melalui akun Instagram menfess perguruan tinggi @unermenfess pada Selasa (13/10/2026). Berdasarkan tangkapan layar percakapan yang diunggah, pelaku menyasar maba angkatan 2026 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Dalam aksinya, pelaku menggunakan akun Telegram dengan nama 'Nurist Surayya Ulfa' yang mengeklaim diri sebagai pihak Kemahasiswaan FEB. Pelaku menghubungi korban dan menanyakan status pengisian pre-check kesehatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk meyakinkan korban, pelaku melancarkan ancaman psikologis dengan menyatakan bahwa data kesehatan tersebut bersifat wajib. Jika korban mengabaikannya, data akademik dianggap tidak lengkap dan korban diancam tidak bisa mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) untuk semester berikutnya.

"Datamu tidak ada. Jika tidak lengkap maka tidak bisa mengisi KRS semester berikutnya. Menghubungi untuk menjalankan prosedurnya," demikian isi pesan pelaku kepada korban.

ADVERTISEMENT

Setelah korban terpengaruh, pelaku memberikan kontak seseorang yang diklaim sebagai tenaga medis bernama 'Dokter Ardi' dengan akun Telegram @ardipurwanto1988.

Saat dihubungi, oknum yang mengaku dokter tersebut meminta proses pemeriksaan dilakukan di rumah dengan alasan agar kondusif. Setelah menanyakan riwayat kesehatan umum, oknum tersebut mulai melontarkan permintaan tak senonoh dengan memaksa korban mengirimkan foto setengah badan tanpa mengenakan pakaian (baju) dan berpose menunjukkan otot bisep dalam tenggat waktu yang sangat singkat.

Berdasarkan keterangan pengirim (sender) di media sosial, korban yang mulai curiga sempat menolak, namun pelaku mendesak sebelum akhirnya seluruh pesan percakapan tersebut keburu dihapus oleh pihak pelaku.

Dikonfirmasi terkait hal ini, pihak Humas Unair menyatakan bahwa sampai saat ini belum ada laporan resmi yang masuk terkait modus penipuan maupun dugaan pelecehan tersebut.

"Kami belum menerima laporan resmi terkait kejadian itu Mba. Jadi untuk komentar belum bisa, Mba," kata Humas Unair saat dihubungi detikJatim.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads