Antrean pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi terus terjadi di wilayah Malang. Sejumlah SPBU bahkan memilih tutup beroperasi karena stok ludes.
Seperti di SPBU di wilayah Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Sejak Rabu (14/10), pagi, SPBU ini telah berhenti beroperasi karena belum menerima suplai BBM dari Pertamina.
Karena hal ini, sejumlah SPBU lain yang masih memiliki stok BBM kini diserbu masyarakat. Salah satuya di di SPBU Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.
Antrean kendaraan kendaraan roda empat ataupun roda dua mengular. Meski begitu, masyarakat tetap tertib untuk mengantre agar bisa mendapatkan BBM bersubsidi.
"Sudah tiga hari antrean panjang, hanya untuk mendapatkan Pertalite di SPBU Talok, Turen," ucap warga Turen, Ilham Herdianto kepada wartawan di lokasi.
Senada, Abdullah (45), warga Gondanglegi, Kabupaten Malang juga menyampaikan bahwa sudah beberapa hari kesulitan untuk membeli BBM, khususnya jenis Pertalite.
"Tapi kalau mau beli Pertamax, biar tidak mengantre stoknya juga habis," keluhnya.
Abdullah berharap, suplai BBM di SPBU terutama di wilayah Kabupaten Malang kembali normal. Agar masyarakat yang menggantungkan aktivitas dengan kendaraan bermotor tak terganggu.
"Kalau kendaraan gak ada bensin, gimana bisa kerja," tegasnya.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengungkap adanya penyesuaian pola distribusi karena fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar mata uang.
"Ada penyesuaian pola distribusi. Di antaranya fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar mata uang," ujar Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi.
Ahad menyebut bahwa penyesuaian pola distribusi tidak hanya di wilayah Malang saja. Melainkan merata pada sejumlah wilayah kerja Pertamina Regional Jatim, Bali, Nusa Tenggara.
Menurut Ahad, penyesuaian ini merupakan bagian dari pengelolaan rantai pasok BBM secara menyeluruh di Regional Jatimbalinus yang mencakup empat provinsi.
Mulai dari sumber pasokan, baik impor maupun kilang, hingga penyaluran ke wilayah operasional.
"Penyesuaian pola distribusi tidak hanya di Malang, mencakup rantai pasok dari ujung (impor atau kilang) di seluruh wilayah regional Jatimbalinus (4 provinsi)," bebernya.
Di luar itu, ahad juga mengungkapkan, adanya penyesuaian pola distribusi BBM di beberapa wilayah, lantaran adanya perubahan moda transportasi. "Ada penyesuaian sementara di beberapa wilayah karena perubahan moda transportasi," ungkapnya.
Simak Video "Video: Cekcok gegara Antrean SPBU, Sopir Angkot Tewas Ditembak Pemobil"
(mua/abq)