Lamongan mulai dilirik sebagai lokasi pengembangan infrastruktur digital di Jawa Timur. Sebanyak 13 perusahaan teknologi berkolaborasi dengan mengoperasikan pusat data atau data center untuk mendukung konektivitas internet di wilayah sekitar.
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan Arif Bachtiar menilai, keberadaan pusat data lokal berpotensi mendukung pengembangan layanan digital di lingkungan pemerintahan.
"Kami bangga data center ini hadir di Lamongan. Ini tonggak baru untuk internet dan digitalisasi di Lamongan sebagai kota penyangga, dan tentu membutuhkan kerja sama serta kolaborasi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Direktur Utama PT Tigabelas Solusi Nusantara (TSN), M. Syamsul Arifin mengatakan, keberadaan pusat data di daerah memungkinkan penyedia jasa internet melakukan pertukaran trafik lebih dekat dengan pengguna. Dengan begitu, akses internet berpotensi lebih cepat dan stabil karena tidak selalu harus melewati pusat jaringan di kota besar.
"Dengan adanya data center di Lamongan, akses tidak perlu selalu melewati Jakarta atau Surabaya terlebih dahulu. Ini bisa membuat respons jaringan lebih cepat dan biaya operasional penyedia internet lebih efisien," kata Syamsul di Lamongan.
Ia menjelaskan, TSN dibentuk pada 25 Maret 2025 melalui kolaborasi 13 perusahaan teknologi yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jawa Timur. Perusahaan-perusahaan tersebut berasal dari Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Mojokerto, dan Jombang.
TSN juga melakukan peluncuran awal simpul pertukaran internet IIX-JI. Infrastruktur ini ditujukan untuk mendukung pertukaran trafik antarpengguna jaringan lokal sehingga konektivitas internet di kawasan tersebut tidak sepenuhnya bergantung pada jalur menuju kota-kota besar.
Menurut Syamsul, saat ini sekitar 70 perusahaan telah menempatkan perangkat di pusat data TSN dengan total 14 rak server. TSN menargetkan penambahan pelanggan seiring kebutuhan infrastruktur digital di wilayah yang dikenal sebagai kawasan Plat S tersebut.
Ketua Pengurus Wilayah APJII Jawa Timur Yosvensa Setiawan mengatakan, pengembangan pusat data di luar kota metropolitan dapat mendekatkan akses infrastruktur jaringan bagi penyedia jasa internet, instansi pemerintah, hingga perguruan tinggi.
"Dengan semakin dekatnya data center, akses data di daerah diharapkan menjadi lebih cepat dan stabil," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum APJII Muhammad Arif menyebut, kapasitas pusat data nasional saat ini mencapai sekitar 540 megawatt. Kapasitas tersebut diproyeksikan melampaui 1.000 megawatt pada 2030 seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital.
"Permintaan terhadap data center masih tinggi. Karena itu, pembangunan infrastruktur pusat data perlu terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan industri digital," kata Arif.
