Asap Karhutla Bisa Rusak Paru-paru Kucing, Ini Gejala yang Diwaspadai

Asap Karhutla Bisa Rusak Paru-paru Kucing, Ini Gejala yang Diwaspadai

Nailul Hikmah - detikJatim
Rabu, 14 Okt 2026 10:15 WIB
Kucing hutan ditemukan di area bekas karhutla Sampit, Kotawaringin Timur. (dok BKSDA Kalteng)
Foto: Kucing hutan ditemukan di area bekas karhutla Sampit, Kotawaringin Timur. (dok BKSDA Kalteng)
Surabaya -

Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengancam kesehatan manusia, tetapi juga hewan peliharaan, termasuk kucing. Paparan asap dalam waktu lama dapat mengganggu sistem pernapasan kucing hingga memicu gangguan kesehatan serius.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain bersin berulang, batuk, iritasi mata, hingga kesulitan bernapas. Pemilik hewan perlu mengenali tanda-tanda tersebut agar kucing bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Dokter hewan sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Dr. Boedi Setiawan, drh., M.P., menjelaskan sejumlah dampak paparan asap karhutla terhadap kesehatan kucing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gejala dan dampak akibat paparan asap karhutla yaitu kucing mengalami gangguan pernapasan. Kucing dapat mengalami sesak napas, batuk, nafas berbunyi atau cepat, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan bronkopneumonia," katanya saat dihubungi detikJatim, Rabu (13/10/2026).

ADVERTISEMENT

Selain mengganggu pernapasan, asap karhutla juga berpotensi merusak paru-paru kucing. Boedi menjelaskan, kandungan karbon monoksida dalam asap dapat mengurangi distribusi oksigen, sedangkan partikel beracun dapat memicu pembengkakan saluran pernapasan dan penumpukan lendir di paru-paru.

Paparan asap juga dapat menyebabkan iritasi pada mata dan selaput lendir. Kondisi ini ditandai dengan mata merah, bengkak, dan berair, serta iritasi pada hidung dan tenggorokan.

Tak hanya itu, kondisi tubuh kucing juga dapat menurun akibat paparan asap. Kucing bisa menjadi lemas, kehilangan nafsu makan, hingga mengalami penurunan daya tahan tubuh.

"Penurunan kondisi tubuh kucing bisa menjadi lemas, kehilangan nafsu makan, dan mengalami penurunan daya tahan tubuh," kata Boedi.

Boedi mengingatkan pemilik agar segera membawa kucing ke dokter hewan apabila menunjukkan gejala serius. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai di antaranya bernapas dengan mulut terbuka, terengah-engah, tubuh sangat lemas, kehilangan koordinasi, serta mengalami batuk parah atau tersedak.

"Pemilik harus segera membawa kucing ke dokter hewan jika kucing mengalami bernapas dengan mulut terbuka atau terengah-engah, lemas ekstrem dan kehilangan koordinasi tubuh, serta batuk parah atau tersedak, segera bawa ke Drh (Dokter Hewan)," ujarnya.

Risiko paparan asap karhutla tidak hanya mengancam kucing dan anjing. Boedi menyebut, burung termasuk hewan yang sangat sensitif terhadap asap karena sistem pernapasannya membuatnya rentan terhadap racun dan partikel halus di udara. Kelinci serta hewan kecil lainnya juga perlu dijauhkan dari paparan asap.

"Selain anjing dan kucing, burung termasuk hewan yang sangat sensitif terhadap asap. Sistem pernapasan burung yang sangat efisien membuatnya lebih rentan terhadap asap, racun, dan partikel halus di udara. Lalu kelinci serta hewan kecil lainnya juga sebaiknya dijauhkan dari paparan asap karena memiliki sistem pernapasan yang sensitif," terangnya.

Untuk menjaga kesehatan hewan peliharaan saat kualitas udara memburuk akibat karhutla, Boedi menyarankan pemilik melakukan sejumlah langkah pencegahan.

Pertama, menjaga kucing tetap berada di dalam rumah dan menutup jendela rapat-rapat agar asap tidak masuk. Kedua, menghentikan sementara aktivitas kucing di luar ruangan. Ketiga, menggunakan pembersih udara atau air purifier jika tersedia di rumah.

Langkah-langkah tersebut penting untuk mengurangi paparan asap terhadap hewan peliharaan. Pemilik juga perlu memperhatikan perubahan perilaku dan kondisi kesehatan hewan agar dapat segera mengambil tindakan jika muncul gejala gangguan pernapasan.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads