Masyarakat di Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memetakan sejumlah wilayah dengan tingkat kewaspadaan tinggi hingga sangat tinggi pada 11-12 Oktober 2026.
Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, BMKG Jawa Timur, @infobmkgjuanda. Pada Sabtu (10/10/2026), terdeteksi 132 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah wilayah Jawa Timur.
BMKG menyebut, sejumlah daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, yakni Gresik, Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Malang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terpantau 132 titik panas tersebar di wilayah Jatim pada hari kemarin 10 Oktober 2026. Diprakirakan kondisi dengan tingkat kewaspadaan tinggi hari ini terutama di Gresik, Jember, Situbondo, Bondowoso, & Malang," tulis akun @infobmkgjuanda.
Berdasarkan pemetaan tingkat kemudahan terbakar, pada 11 Oktober 2026, wilayah utara, tengah, dan timur Jawa Timur didominasi kategori sangat mudah terbakar. Sementara itu, wilayah selatan menunjukkan kondisi yang lebih bervariasi.
Kondisi serupa masih terpantau pada 12 Oktober 2026. Wilayah dengan kategori sangat mudah terbakar masih cukup luas, meski terdapat penurunan tingkat kerawanan di sejumlah wilayah utara. Adapun kondisi di wilayah selatan masih bervariasi.
Tingginya tingkat kewaspadaan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan dan lahan yang kering.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat agar turut menjaga lingkungan dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu munculnya api.
"Mari lebih bertanggung jawab lagi untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memantik terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kepedulian bersama terhadap lingkungan adalah kunci terpenting dalam memadamkan api kebakaran," imbaunya.
