Insiden kegagalan keberangkatan umrah mantan Ketua PWNU Jawa Timur KH. Marzuki Mustamar karena di-blacklist Arab Saudi tidak berpengaruh kepada keluarganya. Istri dan anaknya tetap bisa melalui perjalanan dengan aman.
Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Kiai Marzuki. Ia menjelaskan, istri dan anaknya yang berangkat bersama dengan rombongan travel Tombo Ati tidak mengalami kendala selama perjalanan ibadah umrah.
"Umi sama anak sudah berangkat Sabtu (3/10) malam Minggu, lalu Minggu (4/10) pagi terbang. Enggak ada kendala, saya tok (yang dicekal)," terang Kiai Marzuki kepada detikJatim, Selasa (13/10/2026).
Kiai Marzuki menyampaikan, sebenarnya ia berencana berangkat umrah bersama rombongan travel bersama anggota keluarganya. Namun, pada akhirnya, dia berangkat terpisah karena ada acara pernikahan yang harus dihadiri.
"Saya karena harus mendatangi pernikahan anak kakak kandung saya di Blitar, jadi menyusul berangkat sehari kemudian pada Senin (5/10)," ujarnya.
Kiai Marzuki yang berangkat terpisah itu ditemani oleh adik iparnya Gus Mahbub. Awalnya, keberangkatan dari Surabaya hingga bandara Soekarno-Hatta tidak mengalami kendala apapun. Bahkan, pengurusan administrasi juga terselesaikan dengan baik.
"Cuman memang ada delay, harusnya terbang pukul 15.15 WIB, delay 18.50 WIB, jadi kita ngikut saja," tuturnya.
Namun, setelah menanti beberapa waktu di ruang tunggu, Kiai Marzuki tiba-tiba mendapat panggilan dari pihak maskapai. Pada saat itu, Kiai Marzuki baru menerima informasi bahwa namanya di blacklist oleh Arab Saudi dan tidak bisa melanjutkan penerbangan.
"Jadi saat menunggu boarding, saya dipanggil pihak Garuda. Saya diberi tahu 'Bapak enggak bisa terbang, alasannya nama bapak di blacklist oleh Arab Saudi'. Saya tanya apa alasannya dia bilang tidak tau," tandasnya.
Simak Video "PDI Perjuangan Jatim Bagikan 1.000 Paket Bansos"
(irb/hil)