Walkot Eri Sentil Kadispendik Surabaya soal Siswa Belajar Lesehan

Walkot Eri Sentil Kadispendik Surabaya soal Siswa Belajar Lesehan

Andina Kurnia Winanda - detikJatim
Senin, 12 Okt 2026 18:30 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.(Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegur keras Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kota Surabaya usai meninjau kondisi SDN Semolowaru IV. Eri memerintahkan Dispendik menghentikan kegiatan non-prioritas dan mengalihkan alokasi anggaran untuk pembenahan sarana serta prasarana (sarpras) sekolah.

Inspeksi dadakan (sidak) tersebut diunggah melalui akun Instagram resmi @ericahyadi_ dan dipublikasikan melalui laman resmi Pemerintah Kota Surabaya. Peninjauan dilakukan setelah Eri menerima laporan masyarakat melalui saluran hotline terkait minimnya fasilitas belajar mengajar di lokasi.

Dari hasil peninjauan, diketahui empat dari 12 rombongan belajar (rombel) harus masuk siang karena sekolah hanya memiliki delapan ruang kelas. Kondisi keterbatasan ini juga memaksa sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di perpustakaan secara lesehan tanpa meja dan kursi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masa di Surabaya masih ada sekolah lesehan gini? Gimana Kadispendik ini, bikin malu saja!" kata Eri dilihat detikJatim dalam video unggahan di akun Instagram @ericahyadi_.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari laman resmi Pemkot Surabaya, Eri menginstruksikan Dispendik mengevaluasi total alokasi anggaran pendidikan, termasuk penggunaan BOPDA dan BOSNAS. Ia menekankan agar program atau kegiatan yang berpotensi membebani orang tua siswa ditiadakan dan dialihkan penuh untuk perbaikan fisik gedung maupun fasilitas dasar.

"Daripada mengadakan berbagai kegiatan yang membebani wali murid, lebih baik anggaran diprioritaskan untuk membenahi sarana dan prasarana terlebih dahulu, seperti ruang kelas dan kamar mandi," ujar Eri.

Menurut dia, ketersediaan fasilitas pendidikan yang memadai penting untuk menunjang kenyamanan belajar sekaligus mendukung prestasi siswa. Karena itu, ia meminta agar kebutuhan sekolah menjadi perhatian dalam upaya pembenahan fasilitas pendidikan di Surabaya.

"Saya minta maaf karena masih ada gedung pendidikan negeri di Surabaya yang kondisinya seperti ini, padahal berada di bawah naungan Pemerintah Kota Surabaya. Fasilitas ini akan berpengaruh terhadap prestasi anak-anak. Ini anak-anak Surabaya, prestasinya harus bagus," tuturnya.

Wali Kota Eri pun menargetkan pembenahan seluruh SD dan SMP negeri di Surabaya pada 2027. Perbaikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas sarpras sehingga kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih nyaman.

"Insyaallah pada 2027, semua sekolah negeri, baik SD maupun SMP, akan saya benahi. Jadi, anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan prestasinya juga bisa semakin baik," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SDN Semolowaru IV Surabaya, Novita Aprilianti mengatakan, pihak sekolah telah berupaya mengoptimalkan fasilitas yang tersedia, termasuk melalui pengaturan jadwal pembelajaran. Namun, keterbatasan sarpras membuat sekolah belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan siswa.

"Sebenarnya kami sudah semampu mungkin untuk memanfaatkan apa yang sudah ada, dengan mengatur jadwal dan lain sebagainya. Tapi kalau sudah terkendala tentang sarpras, kita sudah tidak bisa apa-apa lagi. Yang bisa kita upayakan adalah mengirim e-surat untuk kekurangan-kekurangan yang ada," ujar Novita.

Ia menjelaskan, pihak sekolah telah mengajukan penggantian bangku dan kursi yang kondisinya sudah tidak layak sejak Maret. Namun, hingga peninjauan dilakukan, pengajuan tersebut belum terealisasi.

"Contohnya seperti yang dikeluhkan oleh Bapak (Wali Kota Eri), yaitu bangku kursi yang masih kayu dan masih ada lubang-lubang. Itu sudah kami lakukan di bulan Maret untuk pengajuan. Tapi sampai sekarang juga belum ada," ungkapnya.

Novita menjelaskan, pihak sekolah telah mengajukan penggantian bangku rusak melalui e-surat sejak Maret lalu, namun tak kunjung terealisasi. Selain masalah sarpras, sekolah tersebut juga masih kekurangan tiga guru.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads