4 Level Status Gunung Berapi di Jawa Timur Beserta Cara Mitigasinya

Fathir Rofi - detikJatim
Senin, 12 Okt 2026 17:30 WIB
Ilustrasi erupsi gunung berapi. Gunung Semeru Level III Siaga. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Jawa Timur memiliki sejumlah gunung api aktif yang tersebar di berbagai wilayah. Beberapa di antaranya menjadi destinasi wisata populer dan jalur pendakian favorit, seperti Gunung Bromo, Semeru, Ijen, dan Raung.

Masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan gunung api, perlu memahami status aktivitas vulkanik dan rekomendasi keselamatan yang berlaku. Di Indonesia, status gunung api dibagi menjadi empat level, mulai dari Level I (Normal), Level II (Waspada), Level III (Siaga), hingga Level IV (Awas).

Pemantauan aktivitas gunung api dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Berikut penjelasan empat level status gunung api beserta contoh gunung di Jawa Timur, dilansir dari MAGMA Indonesia dan ESDM.

Status Gunung Berapi Level I Normal

Status Level I Normal menandakan bahwa berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, aktivitas gunung api masih berada pada tingkat normal dan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Pada status ini, tidak ada perubahan aktivitas secara visual, kegempaan, maupun gejala vulkanik lain yang menunjukkan adanya tanda-tanda erupsi. Berikut beberapa gunung berapi di Jawa Timur yang berstatus Level I Normal.

a. Gunung Ijen

Gunung Ijen yang terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso terkenal dengan fenomena api biru (blue fire) dan Kawah Ijen sebagai daya tarik wisata. Meski berstatus Normal, masyarakat dan wisatawan tetap perlu mewaspadai potensi gas vulkanik berbahaya di sekitar kawah.

b. Gunung Kelud

Gunung Kelud berada di perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang. Gunung ini memiliki sejarah erupsi besar dan terus dipantau intensif. Status Normal menunjukkan aktivitasnya belum memperlihatkan peningkatan yang signifikan, tetapi status tersebut dapat berubah sesuai hasil pemantauan.

c. Gunung Arjuno-Welirang

Gunung Arjuno-Welirang merupakan kompleks gunung api di kawasan Malang, Pasuruan, dan Mojokerto. Status aktivitas vulkanik perlu dibedakan dari kondisi akses pendakian. Misalnya, penutupan jalur akibat kebakaran hutan di Tahura Raden Soerjo pada Agustus 2026 tidak otomatis menunjukkan peningkatan status vulkanik.

d. Gunung Lamongan

Gunung Lamongan yang terletak di Kabupaten Lumajang juga berada pada Level I Normal berdasarkan pemantauan PVMBG. Meski demikian, aktivitas kegempaannya tetap dipantau untuk mengetahui kemungkinan perubahan aktivitas vulkanik.

Status Gunung Berapi Level II Waspada

Status Level II Waspada menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental. Peningkatan tersebut dapat ditandai dengan perubahan aktivitas kegempaan, munculnya gejala vulkanik baru, atau perubahan visual di sekitar kawah.

Pada level ini, diperkirakan erupsi belum terjadi dalam waktu dekat. Namun, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti rekomendasi petugas, termasuk pembatasan aktivitas di sekitar kawasan gunung api. Berikut contoh gunung api di Jawa Timur yang berstatus Waspada.

a. Gunung Bromo

Gunung Bromo berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), yang mencakup wilayah Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang.

Dengan ketinggian sekitar 2.329 meter di atas permukaan laut (mdpl), gunung ini menjadi salah satu destinasi wisata populer di Jawa Timur. Masyarakat dan wisatawan perlu mematuhi rekomendasi PVMBG, terutama mengenai batas aman di sekitar kawah aktif.

b. Gunung Raung

Gunung Raung berada di kawasan Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember. Gunung setinggi sekitar 3.332 mdpl ini memiliki kaldera luas di puncaknya. Status Waspada mengharuskan pendaki dan masyarakat memperhatikan rekomendasi PVMBG, serta menghindari kawasan yang masuk dalam radius bahaya.

Status Gunung Berapi Level 3 Siaga

Status Level III Siaga menunjukkan adanya peningkatan aktivitas gunung api yang semakin nyata berdasarkan pengamatan visual dan instrumental, atau gunung api sudah mulai mengalami erupsi.

Peningkatan aktivitas kegempaan biasanya disertai perubahan visual dan aktivitas kawah yang jelas. Jika tren peningkatan aktivitas terus berlanjut, erupsi dapat terjadi sewaktu-waktu.

Pada status ini, sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat di kawasan rawan bencana dilakukan secara intensif agar warga siap mengungsi jika diperlukan. Berikut gunung api di Jawa Timur yang berstatus Siaga.

a. Gunung Semeru

Gunung Semeru berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang. Dengan ketinggian sekitar 3.676 mdpl, Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa. Pada Senin 12 Oktober 2026, Semeru mengalami erupsi dengan kolom abu mencapai 900 meter di atas puncak.

Aktivitas kegempaan juga perlu dipantau untuk mengetahui perkembangan kondisi gunung. Masyarakat sekitar diminta mematuhi rekomendasi PVMBG dan tidak beraktivitas di zona bahaya.

Status Gunung Berapi Level 4 Awas

Status Level IV Awas merupakan level tertinggi dalam sistem peringatan aktivitas gunung api di Indonesia. Status ini menunjukkan aktivitas vulkanik yang sangat tinggi atau erupsi sedang berlangsung, dengan potensi bahaya yang mengancam masyarakat di sekitar gunung.

Status ini merujuk pada rangkaian letusan awal yang disusul semburan abu, uap, hingga erupsi besar yang berpotensi terjadi dalam kurun waktu 24 jam. Dalam kondisi darurat ini, masyarakat di kawasan rawan bencana wajib segera dievakuasi menjauhi kawasan yang dinyatakan berbahaya sesuai rekomendasi PVMBG.

Untuk wilayah Jawa Timur, belum ada gunung api yang berstatus Awas atau Level IV. Status tertinggi saat ini masih disandang Gunung Semeru yang berada pada status Level III Siaga.

Cara Mitigasi Bencana Gunung Berapi

Masyarakat yang tinggal di sekitar gunung api perlu memahami langkah mitigasi untuk mengurangi risiko saat aktivitas vulkanik meningkat. Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan.

  • Ikuti perkembangan aktivitas gunung api melalui PVMBG, MAGMA Indonesia, BPBD, dan pemerintah daerah setempat.
  • Hindari kawasan yang masuk radius bahaya atau zona terlarang sesuai rekomendasi petugas, termasuk di sekitar kawah aktif.
  • Ketahui jalur evakuasi dan lokasi pengungsian yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
  • Sediakan masker, kacamata pelindung, obat-obatan, air minum, makanan, dokumen penting, dan perlengkapan darurat lainnya.
  • Ikuti arahan petugas ketika kondisi dinyatakan berbahaya. Jangan kembali ke kawasan terdampak sebelum dinyatakan aman.

Waspadai bahaya sekunder. Selain awan panas dan lontaran material vulkanik, masyarakat perlu mewaspadai hujan abu serta banjir lahar, terutama saat hujan turun di kawasan hulu sungai yang berhulu di gunung api.



Simak Video "Video: Pendakian Semeru Ditutup Akibat Munculnya Titik Api di Ranu Kembang"

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork