Krisis air bersih akibat kekeringan di Kabupaten Ponorogo meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menambah dua desa dalam daftar penerima bantuan distribusi air bersih mulai Senin (12/10/2026).
Dua wilayah tambahan tersebut yakni Desa Menggare, Kecamatan Slahung, dan Desa Sawoo, Kecamatan Sawoo. Selain penambahan lokasi, BPBD juga memperluas jangkauan distribusi di Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo.
Kalaksa BPBD Ponorogo Masun mengatakan, di Desa Menggare terdapat sekitar 29 kepala keluarga (KK) atau 116 jiwa yang membutuhkan pasokan air bersih. Sementara di Dukuh Ngemplak, Desa Sawoo, bantuan dibutuhkan oleh 20 KK atau 62 jiwa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya ada penambahan dua desa mulai 12 Oktober, yaitu Menggare dan Sawoo. Kemudian ada perluasan di Desa Tumpuk menjadi dua dukuh," kata Masun, Senin (12/10/2026).
Perluasan distribusi di Desa Tumpuk dilakukan setelah sebelumnya BPBD menyuplai air bersih ke Dukuh Kundang yang mencakup dua RT. Kini, bantuan diperluas ke Dukuh Salam yang juga diperkirakan meliputi dua RT.
Di sisi lain, BPBD menghentikan distribusi air bersih di Dukuh Kroyo, Desa Gelangkulon, Kecamatan Sampung. Penghentian dilakukan karena warga setempat telah mendapatkan solusi permanen melalui pembangunan jaringan pipanisasi.
"Untuk di Dukuh Kroyo, Desa Gelangkulon, Sampung, sudah selesai. Ada sekitar 10 KK atau 35 jiwa yang sudah memiliki solusi permanen berupa pipanisasi," jelasnya.
Menurut Masun, penyediaan air melalui jaringan pipa tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Basarnas. BPBD turut mendukung dengan menyediakan tandon air, sedangkan sumber air berasal dari sumur dalam yang dibangun BPWS.
Dengan adanya penambahan dan perluasan layanan tersebut, BPBD Ponorogo kini melayani kebutuhan air bersih di delapan desa yang tersebar di sejumlah kecamatan. Wilayah tersebut meliputi Desa Menggare dan Caluk di Kecamatan Slahung, Desa Tumpuk dan Sawoo di Kecamatan Sawoo, Desa Karangpatihan di Kecamatan Pulung, Desa Munggu di Kecamatan Bungkal, Desa Sidoharjo di Kecamatan Jambon, serta Desa Wonodadi di Kecamatan Ngrayun.
"Total setiap minggu kami rencanakan ada 79 ribu liter air bersih dengan jumlah warga yang harus dilayani sebanyak 1.228 jiwa," ungkap Masun.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, BPBD mengerahkan armada tangki air bersama sejumlah pihak yang turut membantu pendistribusian. Dukungan datang dari Yayasan Masjid dan Pesantren (YMPP), Palang Merah Indonesia (PMI), paguyuban pengemudi Ponorogo Selatan, serta Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM).
Masun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu penanganan kekeringan di Ponorogo. Khusus pekan ini, PUDAM turut menyiapkan satu unit truk tangki untuk dioperasikan BPBD dalam mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak.
