Mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) KH Marzuki Mustamar dicekal ke luar negeri. Narasi kabar pencekalan Marzuki itu kemudian viral di media sosial.
Berikut Fakta-fakta pencekalan Marzuki Mustamar:
1. Dicekal saat hendak berangkat umrah bersama keluarganya
Dalam unggahan di media sosial, disebutkan Marzuki dicekal saat tengah berada di Bandara Cengkareng (CKG) Soekarno-Hatta. Marzuki dicekal saat hendak berangkat umrah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat pencekalannya itu, Marzuki batal berangkat ke Tanah Suci, sementara istri dan anaknya tetap diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan umrah. Pencekalan tersebut pun menimbulkan tanda tanya.
2. Usai dicekal Marzuki kembali ke Malang
Pasalnya, disebutkan dalam unggahan secara administrasi baik paspor dan visa Arab Saudi milik Marzuki telah lengkap. Usai dicekal di bandara, Marzuki memutuskan kembali pulang ke Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gasek, Sukun, Malang Sabtu 10 Oktober 2026.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tipe A Kota Malang, Ahmad Subhan saat dikonfirmasi mengaku belum mendengar kabar pencekalan Marzuki.
"Belum ada laporan ke kantor, dengan travel mana berangkatnya juga tidak ada informasi," kata Subhan kepada detikJatim, Senin (12/10/2026).
3. Marzuki ngaku dicekal otoritas Arab Saudi
Melalui unggahan video di akun TikTok @ngaosabah, Marzuki membenarkan pencekalannya tersebut. Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang itu mengatakan pencekalannya tersebut dari otoritas Arab Saudi.
"Beberapa hari yang lalu, keberangkatan menuju Tanah Suci yang telah di depan mata, bahkan ketika langkah hampir sampai pada pintu pesawat, ternyata harus tertunda setelah adanya kabar dari otoritas Saudi bahwa kami belum diizinkan masuk," kata Marzuki dalam video yang diunggah di akun TikTok @ngaosabah yang dikutip detikJatim.
4. Singgung pencekalan terkait perbedaan pandangan
Marzuki mengaku sedih dengan pencekalannya itu karena berujung keberangkatan umrahnya harus tertunda. Meski tak menyebut secara jelas, ia juga menyinggung terkait perbedaan pandangan.
"Dalam perjuangan, memang terkadang ada banyak perbedaan pandangan dan suara-suara yang tidak sejalan. Ketidaksepemahaman itu kadang dibungkus dalam banyak hal, entah itu melalui kekuasaan, kepentingan, atau yang semacamnya," ungkapnya.
"Semua itu hendaknya tidak membuat kita kehilangan kejernihan hati dan keluhuran akhlak. Dan Allah senantiasa mengetahui segala perbuatan, perilaku, dan niat dari masing-masing," sambung Marzuki.
Usai dicekal, mantan Ketua PWNU Jatim periode 2018-2023 itu mengaku langsung kembali ke pondok pesantrennya dan fokus mengajar para santrinya.
"Meskipun Tanah Suci belum dapat kita kunjungi sementara ini, tetap ada banyak jalan untuk mendapatkan syafa'at dari Rasulullah. Dan di pondok pesantren, masih banyak santri yang menanti ilmu dan pengajaran, kitab-kitab yang harus dikaji, dan amanah yang harus terus dijalankan," tandasnya.
(hil/abq)
