Pergi Subuh, Bocah 10 Tahun di Ponorogo Ditemukan Tewas Tenggelam

Pergi Subuh, Bocah 10 Tahun di Ponorogo Ditemukan Tewas Tenggelam

Charolin Pebrianti - detikJatim
Minggu, 11 Okt 2026 15:24 WIB
Lokasi dam Desa Wilangan, Kecamatan Sambit, Ponorogo ditemukannya mayat bocah tewas tenggelam
Lokasi dam Desa Wilangan, Kecamatan Sambit, Ponorogo ditemukannya mayat bocah tewas tenggelam (Foto: Dok. Istimewa)
Ponorogo -

Seorang bocah ditemukan tewas di dam saluran irigasi persawahan di Dukuh Wilangan, Desa Wilangan, Kecamatan Sambit, Ponorogo. Korban diketahui pamit ke keluarganya sejak subuh.

Korban diketahui berinisial AD (10). Korban ditemukan secara tak sengaja warga bernama Tumiran (60) sekitar pukul 11.00 WIB saat sedang mencari ikan di sekitar dam.

Tumiran yang tengah menjaring ikan, saat itu tak sengaja merasakan kakinya menginjak kepala orang di dasar sungai. Karena hal ini, ia kemudian berteriak minta tolong kepada warga lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bersama seorang saksi lainnya, Tumiran kemudian kembali lagi mencari dasar dam. Dari situ, ia bersama warga lain kemudian menemukan mayat seorang anak.

ADVERTISEMENT

Korban kemudian diangkat ke tepi sungai. Warga selanjutnya menghubungi perangkat desa setempat untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Kapolsek Sambit AKP Moh Isa Latip mengatakan, petugas langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi bersama tim Inafis Polres Ponorogo dan petugas kesehatan dari Puskesmas Sambit melakukan pemeriksaan awal terhadap korban serta olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui meninggalkan rumah sekitar pukul 05.00 WIB atau selepas Subuh. Saat itu, korban pergi menggunakan sepeda tanpa berpamitan kepada orang tuanya," tutur Isa.

Dari hasil pemeriksaan luar, petugas menemukan sejumlah tanda pada tubuh korban, di antaranya busa yang keluar dari hidung dan mulut serta luka lecet di bagian leher. Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

Dam tempat korban ditemukan merupakan saluran irigasi persawahan dengan lebar sekitar 3 meter dan kedalaman kurang lebih 1,5 meter. Sepeda yang diduga dibawa korban turut ditemukan dan diamankan sebagai barang bukti bersama pakaian korban.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan olah TKP, polisi menduga korban meninggal dunia akibat tenggelam. Pihak keluarga juga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun," tambah Isa.

Atas permintaan keluarga, jenazah juga tidak dilakukan autopsi dan selanjutnya disiapkan untuk dimakamkan di pemakaman umum Desa Wilangan.



(ihc/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads