Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ponorogo

Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ponorogo

Charolin Pebrianti - detikJatim
Jumat, 09 Okt 2026 13:13 WIB
Evakuasi bocah 5 tahun tenggelam di sungai Ponorogo
Evakuasi bocah 5 tahun tenggelam di sungai Ponorogo/Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim
Ponorogo -

Kegembiraan bermain air sepulang sekolah, berubah menjadi petaka bagi S, bocah berusia 5 tahun asal Desa Nambangrejo, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo. Ia ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Sungai Sekayu, Jumat (9/10/2026).

Tragedi itu terjadi di sungai yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah korban. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya mencari keberadaan bocah yang merupakan putra pasangan Masduki dan Sofia itu.

Pencarian berlangsung dramatis. Sejumlah warga bahkan harus menyelam ke dasar sungai untuk menemukan tubuh korban. Setelah sekitar satu jam pencarian, jasad S akhirnya ditemukan pada pukul 10.43 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kerabat korban, Suprihatin menuturkan, S yang pulang sekolah dan berganti pakaian, pergi ke sungai bersama dua temannya. Menurutnya, belakangan korban memang mulai sering bermain di sungai tersebut.

ADVERTISEMENT

"Pulang sekolah, ganti baju terus ke sungai. Akhir-akhir ini memang ke sungai, sebelum-sebelumnya ya nggak pernah," kata Suprihatin.

Salah seorang warga yang ikut melakukan pencarian, Arif Efendi, mengaku menemukan tubuh korban ketika menyelam. Namun, proses evakuasi sempat terkendala lantaran tubuh bocah itu tersangkut di dasar sungai.

"Saya tadi nyelam, terus kerasa ada tangan. Saya tarik nggak bisa karena kejepit, akhirnya saya keluarkan dulu baru saya angkat ke atas. Yang terlihat pertama kali ini kakinya," ungkap Arif.

Kapolsek Sukorejo, Iptu Agus Tri Cahyo Wiyono mengatakan, berdasarkan keterangan awal, korban bermain di sungai bersama dua temannya tanpa didampingi keluarga maupun orang dewasa.

"Dia dengan dua temannya tanpa pengawasan keluarga atau orang yang lebih tua, bermain-main di sungai, bermaksud berenang dan korban ternyata tidak bisa berenang. Akhirnya terjadi laka air," jelas Agus.

Agus menambahkan, aliran Sungai Sekayu di lokasi kejadian memiliki kedalaman sekitar 5 meter. Kondisi tersebut membuat proses pencarian membutuhkan upaya ekstra dari warga yang turun langsung ke sungai.

Meski demikian, jasad korban berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi awal ia dilaporkan tenggelam. Setelah ditemukan, warga kemudian mengevakuasi tubuh bocah tersebut dari sungai.

"Jadi antara lokasi tenggelam dengan ditemukannya itu tidak jauh. Memang agak dalam dan butuh proses, tapi alhamdulillah berhasil kita temukan," imbuhnya.

Atas kejadian tersebut, Agus mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika bermain di sekitar sungai. Ia meminta orang tua tidak membiarkan anak bermain atau berenang di lokasi berbahaya tanpa pendampingan orang dewasa.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads