Jalur Nasional Jember-Banyuwangi di Gumitir Retak Sepanjang 40 Meter

Jalur Nasional Jember-Banyuwangi di Gumitir Retak Sepanjang 40 Meter

Yakub Mulyono - detikJatim
Sabtu, 10 Okt 2026 11:40 WIB
Polisi di Jember tandai retakan tanah di Jalur Jember-Banyuwangi yang ada di Gumitir.
Polisi di Jember tandai retakan tanah di Jalur Jember-Banyuwangi yang ada di Gumitir. (Foto: Istimewa)
Jember -

Jalan nasional penghubung Jember-Banyuwangi di Gumitir, Kecamatan Silo terancam longsor. Polisi dan BPBD Jember menemukan retakan tanah sepanjang 40 meter di bahu jalan yang berpotensi memicu bencana di musim hujan.

Retakan tersebut ditemukan di KM 33, tepatnya di atas tikungan pemancar TVRI. Posisi retakan hanya berjarak sekitar 80 cm dari badan jalan dengan lebar celah diperkirakan mencapai 1 cm.

"Panjang dari titik pertama hingga ke depan kurang lebih sekitar 40 meter. Bahu jalannya juga tidak memiliki struktur penahan atau cor yang memadai," kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Jember, Ipda Ratno Budi Jatmikho, Sabtu (10/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Miko menjelaskan, kondisi ini sangat membahayakan jika diguyur hujan. Air yang masuk ke celah tanah dikhawatirkan mengikis penopang jalan dan memicu longsor.

"Satlantas Polres Jember kini menggalang koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) untuk penanganan darurat," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, membenarkan adanya ancaman tersebut. Berdasarkan hasil cek lapangan bersama relawan dan BBPJN di titik KM 230+950, retakan berada tepat di dekat jurang.

"Cukup mengkhawatirkan karena hanya berjarak 2 hingga 3 meter dari jalur kanan yang berbatasan langsung dengan jurang," ungkapnya.

Guna mencegah risiko fatal, BPBD Jember menjadwalkan rapat koordinasi lintas instansi melibatkan BBPJN, Dinas PUPR Jember, Perhutani, Polres Jember, dan Dishub. Rapat ini bakal membahas skema penanganan teknis, pemangkasan pohon penahan tanah yang terlalu berat, hingga pengaturan lalu lintas kendaraan bertonase besar.

Meski demikian, BPBD memastikan belum ada keputusan terkait penutupan jalur.

"Fokus kita saat ini adalah mitigasi pengurangan risiko bencana sebelum curah hujan tinggi memperparah kondisi jalan," tandasnya.



(ihc/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads