16 PMI Asal Blitar Meninggal di Luar Negeri, Ada yang Bunuh Diri!

16 PMI Asal Blitar Meninggal di Luar Negeri, Ada yang Bunuh Diri!

Fima Purwanti - detikJatim
Jumat, 09 Okt 2026 19:30 WIB
Kepala Disnaker Kabupaten Blitar Ivong Bettriyanto.
Kepala Disnaker Kabupaten Blitar Ivong Bettriyanto. (Foto: Fima Purwanti/detikJatim)
Blitar -

Depresi dan keinginan bunuh diri adalah kondisi serius yang tidak boleh dianggap sepele. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan emosional atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan jiwa terdekat atau layanan darurat Healing 119. Anda tidak sendirian.

Sebanyak 16 Pekerja Migran Indonesia (PMI/dulu dikenal TKI) asal Kabupaten Blitar meninggal sepanjang Januari-September 2026. Kasus PMI meninggal di luar negeri itu disebabkan oleh sejumlah faktor. Mulai dari kecelakaan hingga bunuh diri.

Terbaru, 2 orang PMI di Taiwan dikabarkan meninggal akibat kecelakaan. Hingga saat ini Disnaker Kabupaten Blitar masih menunggu informasi resmi dari pihak terkait.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi benar, memang kami baru saja menerima informasi ada dua lagi warga kami yang meninggal. Keduanya meninggal di Taiwan," kata Kepala Disnaker Kabupaten Blitar, Ivong Bettriyanto kepada detikJatim saat ditemui di kantornya, Jumat (9/10/2026).

Ivong menyebut belum mengetahui secara pasti tentang penyebab kematian 2 PMI di Taiwan itu. Namun, pihaknya telah mengantongi informasi alamat keduanya. Yakni warga Desa Kaulon dan Kelurahan Sukorejo Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar.

ADVERTISEMENT

"Jadi sementara sambil menunggu surat pemberitahuan resmi dari KDEI Taiwan, kami menyiapkan data-data yang dibutuhkan untuk memfasilitasi kepulangan jenazah ini. Termasuk untuk penyebab kematiannya, kami hanya menerima informasi sebatas kecelakaan. Belum tahu kecelakaan lalu lintas atau kecelakaan kerja," jelasnya.

Menurut Ivong, untuk sementara pihaknya baru menerima pemulangan jenazah PMI dari Hong Kong. PMI itu diduga meninggal karena bunuh diri. Selanjutnya, jenazah PMI itu dipulangkan dari Hongkong ke rumah orang tuanya di Kecamatan Sutojayan, Blitar.

"Terakhir kami menerima kepulangan jenazah PMI dari Hongkong, sebenarnya bukan warga kami karena tercatat asalnya Jakarta Utara. Tapi keluarganya di Kecamatan Sutojayan, jadi kami fasilitasi ambulans ke rumah duka. Kemudian untuk penyebab kematiannya itu karena melukai diri sendiri (bunuh diri)," terangnya.

Sepanjang Januari hingga September 2026, Ivong mengatakan ada total sebanyak 16 orang PMI yang meninggal di luar negeri. Rinciannya, 4 orang meninggal di Malaysia, 6 orang di Taiwan, 3 orang di Hong Kong, 1 orang di Brunei Darussalam, 1 orang di Sungapura, dan 1 orang di Republik Democratik Kongo.

"Kalau per hari ini tahun 2026 ini, dengan yang kemarin itu sudah sekitar 16 PMI yang meninggal. Penyebabnya bervariasi, ada yang sakit, kecelakaan kerja, dan sebagainya," jelasnya.

Ivong mengimbau masyarakat yang bekerja sebagai PMI lebih berhati-hati saat berada di luar negeri. Termasuk memperhatikan keselamatan bekerja. Apabila mendapati masalah bisa menghubungi Kementerian KP2MI yang memberikan perlindungan kepada seluruh warga kita yang ada di luar negeri.

"Sehingga secara tegas kami sampaikan, silakan warga Kabupaten Blitar yang ingin bekerja di luar negeri namun harus sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang sudah ditetapkan oleh pemerintah," tandasnya.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads