TKI Asal Dampit Malang Ditemukan Meninggal di Jepang

TKI Asal Dampit Malang Ditemukan Meninggal di Jepang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Selasa, 25 Agu 2026 16:00 WIB
Conceptual shot of feet with a hospital information ring and tag representing death
Ilustrasi orang meninggal. Foto: Getty Images/nico_blue
Malang -

Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Malang dikabarkan meninggal di Jepang. Kabar duka tenaga kerja Indonesia (TKI) ini tengah diselidiki kebenarannya.

Menurut informasi yang dihimpun detikJatim, TKI meninggal itu berinisial EP (32), warga Dampit, Kabupaten Malang. Ia ditemukan rekannya dalam kondisi tak bernyawa di sebuah rumah yang ditempati beralamat di Hokkaido Sapooro Shi Minami To Sumikawa 3Jo 1Chome 1-121, Tokan Mansion Sumikawa, Sabtu (15/8/2026).

Sebelum ditemukan tewas, EP diketahui tak datang ke lokasi kerja. Rekan-rekannya pun kebingungan, karena EP sebelumnya pamit untuk masuk kerja pada hari itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usaha menghubungi EP melalui telepon genggamnya pun tak mendapatkan respons. Sejumlah rekan EP kemudian mendatangi rumahnya dan mendobrak pintu kamar, di situlah baru kemudian EP ditemukan tak bernyawa.

ADVERTISEMENT

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang tengah menelusuri kebenaran dari informasi meninggalnya EP tersebut.

"Kami masih berusaha menghubungi KBRI setempat untuk memastikan kejadian yang menimpa PMI tersebut benar adanya," ujar Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang Tri Darmawan saat dikonfirmasi, Selasa (25/8/2026).

Tri Darmawan mengaku pihaknya telah mendapatkan informasi atas musibah yang menimpa EP dari sesama PMI asal Malang di Jepang. Ia menjelaskan, EP bekerja di salah satu restoran yang berada di Hokaido. Saat ini, jenazah EP tengah menunggu proses autopsi dari otoritas setempat.

"Kerja sudah lebih dari dua tahun, informasinya di restoran wilayah Hokaido. Untuk jenazahnya masih menunggu autopsi," tuturnya.

Hingga saat ini, pihaknya tengah menunggu kabar resmi dari KBRI Tokyo atas kematian EP. Sekaligus merencanakan kapan dapat memulangkan jenazah ke kampung halaman.

"Kami menunggu surat resmi dari KBRI Tokyo, setelah itu, kami akan datang ke rumah duka dan merencanakan kepulangan jenazahnya," imbuhnya.



(irb/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads