Belajar dari Ledakan Pakuwon City, Kenali Tanda Gas LPG Bocor

Esti Widiyana - detikJatim
Jumat, 09 Okt 2026 12:15 WIB
Dampak ledakan gas di RM Nasi Tempong Sri Dewi Pakuwon City/Foto: Fadli Muhammad Yusuf Aprinanta/detikJatim
Surabaya -

Ledakan yang diduga dipicu kebocoran pipa gas LPG 50 kilogram di RM Nasi Tempong Sri Dewi, kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, pada Selasa (6/10/2026) pagi menjadi perhatian Pemkot Surabaya. Warga diimbau mengenali tanda kebocoran gas dan memahami langkah pencegahan untuk menghindari ledakan maupun kebakaran, baik di rumah maupun tempat usaha.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya, Laksita Rini Sevriani, mengingatkan masyarakat agar waspada ketika mencium bau khas gas LPG. Sebab, kebocoran gas tidak selalu disertai suara sehingga perlu dikenali melalui tanda-tanda lainnya.

"Begitu tercium bau gas, yang harus dilakukan adalah mematikan kompor dan segera mencopot regulatornya. Jika memungkinkan, segera bawa tabung gas ke luar ruangan terbuka agar gas tidak mengendap di dalam rumah," kata Rini, Kamis (8/10/2026).

Rini menjelaskan, gas LPG memiliki massa jenis lebih besar daripada udara sehingga dapat berkumpul di area rendah ketika terjadi kebocoran. Kondisi ini berisiko memicu ledakan apabila gas terakumulasi di ruangan tertutup dan tersulut sumber api.

"Jika ruangan tertutup dan minim ventilasi, akumulasi gas tersebut sangat berbahaya karena dapat memicu ledakan saat tersulut api," ujarnya.

Untuk mencegah kejadian serupa, Damkar Surabaya membagikan sejumlah langkah yang perlu diperhatikan masyarakat saat mendapati kebocoran gas LPG.

Pertama, hindari menyalakan api maupun mengoperasikan perangkat listrik di sekitar lokasi. Masyarakat juga diminta tidak merokok ketika mencium bau gas karena percikan api dapat memicu kebakaran atau ledakan.

"Langkah kedua yang harus dilakukan adalah mencabut regulator dari tabung gas dan segera bawa tabung ke area terbuka dengan sirkulasi udara yang baik. Apabila terjadi kobaran api kecil di area tabung, masyarakat dapat menutupnya menggunakan kain basah sebelum membawanya keluar," jelasnya.

Kedua, masyarakat perlu memastikan tabung gas terpasang dengan benar, berada dalam posisi tegak, dan jauh dari sumber api. Ventilasi yang memadai, terutama di bagian bawah ruangan, juga diperlukan untuk membantu pertukaran udara.

Ketiga, lakukan pemeriksaan sambungan menggunakan air sabun saat memasang tabung LPG baru. Cara ini dapat membantu mendeteksi kebocoran pada sambungan regulator maupun selang.

"Sebelum menggunakan tabung gas baru atau memasang regulator, oleskan air sabun pada bagian sambungan dan selang. Jika muncul gelembung udara, menandakan adanya kebocoran dan tabung jangan digunakan. Pastikan pula selang tidak retak dan sambungan terpasang rapat," urainya.

Bagi pengguna jaringan gas PGN, masyarakat juga diimbau rutin memeriksa instalasi. Jika terindikasi terjadi kebocoran, aliran gas perlu segera dihentikan melalui keran penutup apabila aman dilakukan.

Pemkot Surabaya turut memberikan sosialisasi kepada pemilik usaha kuliner, rumah makan, dan jasa katering. Rini mengingatkan para pekerja agar tidak langsung melepas atau mengganti tabung gas ketika kompor lain di sekitarnya masih menyala.

"Sering terjadi di usaha katering, saat salah satu kompor habis, tabung langsung dicopot padahal kompor di sebelahnya masih menyala. Sisa gas yang keluar saat regulator dicopot bisa tersambar api dan memicu kebakaran. Harusnya matikan dulu semua kompor, baru ganti regulatornya," pungkasnya.

Apabila menghadapi kondisi darurat atau membutuhkan bantuan penanganan kebakaran dan kebocoran gas, masyarakat diimbau segera menghubungi layanan darurat Command Center 112.



Simak Video "Video: Gas Meledak di Pakuwon Surabaya, 5 Orang Luka Bakar"

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork