Viral Menu MBG di Banyuwangi Tahu Goreng Berbelatung

Viral Menu MBG di Banyuwangi Tahu Goreng Berbelatung

Eka Rimawati - detikJatim
Jumat, 09 Okt 2026 06:30 WIB
Tahu goreng MBG berbelatung di Banyuwangi
Tahu goreng MBG berbelatung di Banyuwangi (Foto: Dok. Istimewa)
Banyuwangi -

Sebuah video yang menampilkan menu makan bergizi gratis (MBG) berbelatung di Banyuwangi viral di media sosial. Video ini juga menuai beragam komentar dari warganet.

Dalam video yang beredar, tampak seorang yang diduga wali murid menunjukan belatung menempel di menu tahu goreng. Penampakan belatung itu pun langsung mengundang kecaman seperti yang terdengar dalam vido.

"MBG-ne iki enek apane? Ngene ki kelendi? Ngene iki jenenge MBG, mangan bergizi ta**," demikian narasi dalam video yang diduga pernyataan dari wali murid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Informasi yang diperoleh detikJatim, MBG tersebut diduga didistribusikan di salah satu Madrasah Ibtidaiyah (MI) di wilayah Karangsari, Kecamatan Sempu.

ADVERTISEMENT

Menanggapi hal itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gendoh, Agis Danistha menyebut pengolahan bahan pangan dalam MBG telah sesuai standar operasional prosedur (SOP).

"Proses produksi sudah sesuai SOP. Tahu putih digoreng dan dibumbui sendiri. Suhu memasaknya juga sudah sesuai SOP. Seharusnya belatung itu mati karena digoreng dengan suhu panas," ujar Agis, Jumat (9/10/2026).

Agis juga membenarkan bahwa menu MBG pada hari itu ada lauk tahu. Namun, ia mengelak belatung berasal dari menu makanan yang disiapkan dapurnya, lantaran, dalam vidio yang beredar makanan tersebut tidak berada dalam wadah ompreng SPPG.

Menurutnya, menu MBG yang disajikan pada seluruh siswa hari itu telah melewati proses pendinginan sebelum akhirnya dimasukkan wadah ompreng dan disegel.

"Ditambah lagi saat ini aturan dari BGN tidak diperbolehkan membawa MBG pulang ke rumah. Dan itu (menu MBG) yang diunggah wali murid berada dalam wadah makanan anaknya sendiri dan menurut keterangan beliaunya sudah dibawa pulang ke rumah," tegas Agis.

Agis menambahkan, pada hari pendistribusian itu, layanan MBG menjangkau 3.065 penerima manfaat dari 27 sekolah. Menurut keterangannya, laporan mengenai belatung tersebut hanya ditemukan pada satu kasus di satu sekolah, sementara distribusi ke sekolah lainnya disebut tidak mengalami kendala serupa.



(abq/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads