Operasional SPPG Jabon Mojoanyar, Yayasan Kajian Fiqih Aswaja dihentikan sementara (Disuspend) buntut 45 siswa SMPN 1 Mojoanyar, Mojokerto diduga keracunan MBG. Tidak hanya itu, Kepala SPPG tersebut, Yanse Young Pribadi dicopot.
Sanksi terhadap SPPG Jabon Mojoanyar disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya, Kusmayanti. Dapur MBG ini terletak di Perumahan Graha Kahuripan, Desa Jabon, Mojoanyar, Mojokerto.
"Sudah kami suspend dapurnya. Sampai SPPG dapat memenuhi persyaratan untuk operasional kembali," terangnya ketika dikonfirmasi detikJatim, Kamis (8/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
detikJatim pun mengecek langsung ke SMPN 1 Mojoanyar. Sampai sekitar pukul 12.30 WIB, memang tidak ada kiriman MBG untuk sekolah negeri ini. Sebab setiap harinya, SPPG Jabon Mojoanyar mengirim MBG ke sekolah ini pukul 11.00 WIB.
Tidak hanya menyetop sementara operasionalnya, menurut Kusmayanti, pihaknya juga mencopot Kepala SPPG Jabon Mojoanyar, Yanse Young Pribadi. "Mereka (Kepala SPPG) dicopot kan," tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dyan Anggrahini Sulistyowati rupanya juga mengetahui adanya sanksi suspend terhadap SPPG Jabon Mojoanyar. Menurutnya, dapur MBG ini sudah mengantongi sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS).
"Sudah mempunyai SLHS dan saat ini sudah disuspend," tandasnya.
Sebelumnya, dugaan keracunan MBG di SMPN 1 Mojoanyar baru terungkap pada Rabu (7/10) sekitar pukul 09.30 WIB. Sebab banyak siswa yang mengantre di toilet karena diare. Keluhan lainnya berupa sakit perut, pusing, mual dan muntah. Pihak sekolah pun menghubungi Puskesmas Gayaman.
Hingga kini, total 45 siswa SMPN 1 Mojoanyar yang mengalami gejala keracunan. Dari jumlah itu, 18 siswa dilarikan ke fasilitas kesehatan karena sakit perut, pusing, mual, muntah dan diare. Sedangkan 27 siswa ditangani di sekolah pada Rabu (7/10) karena hanya mengeluh pusing, mual dan muntah.
Berdasarkan pengakuan para korban, mereka keracunan MBG yang dibagikan pada Selasa (6/10) sekitar pukul 14.00 WIB. Siang itu, menunya berupa nasi, sate ayam, saus kacang, acar timun dan wortel, serta anggur muscat.
Sate ayam pada MBG tersebut diduga menjadi biang keladinya. Sebab sate ayam itu beraroma tak sedap dan terdapat rasa asam layaknya makanan basi.
Saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto masih menyelidiki apakah karena MBG atau penyebab yang lain. MBG yang disantap para siswa dipasok SPPG Jabon Mojoanyar, Yayasan Kajian Fiqih Aswaja, Perumahan Graha Kahuripan, Desa Jabon, Mojoanyar, Mojokerto.
Setiap harinya, SPPG ini menyediakan 2.919 porsi MBG untuk 15 sekolah. Salah satunya SMPN 1 Mojoanyar sejumlah 702 porsi untuk siswa, guru dan karyawan sekolah.
