Sebuah ledakan dahsyat mengguncang Klaster San Antonio, Pakuwon City di Jalan Kalisari Utara I, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya Selasa (6/10) pagi. Warga dan penghuni mendadak berhamburan keluar ke jalan setelah insiden mencekam itu.
Pantauan detikJatim di lokasi, belasan ruko terdampak ledakan. Kaca sejumlah ruko di seberang lokasi serta bagian kanan dan kiri bangunan sumber ledakan tampak pecah.
Sejumlah petugas kepolisian, INAFIS, Gegana, hingga pemadam kebakaran berada di lokasi. Tim Gegana juga terlihat masuk ke dalam ruko yang menjadi lokasi ledakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemilik dan karyawan sejumlah toko yang terdampak masih menunggu di lokasi masing-masing. Sementara Jalan Kalisari Utara di kawasan Pakuwon City, San Antonio, ditutup untuk proses penanganan. Tak hanya itu, sejumlah kendaraan juga ikut terdampak ledakan. Kendaraan tersebut terdiri dari sekitar empat mobil, 11 motor, dan satu truk.
Tiga sepeda motor mengalami kerusakan paling parah. Ketiganya terparkir tepat di depan RM Nasi Tempong Sri Dewi saat ledakan terjadi. Sementara sejumlah mobil yang terdampak di antaranya BYD, Toyota, Mercedes-Benz, dan Suzuki.
Dahsyatnya ledakan juga sempat terekam CCTV. Rekaman itu ini dibagikan akun resmi Instagram toko sepatu Senikersku, yakni @senikersku_id. Dalam video rekaman tersebut tampak tembok bangunan ruko toko sepatu yang berisi rak sepatu tiba-tiba jebol.
Di dalam video itu setidaknya ada 3 sudut pandang dari 3 kamera di dalam toko yang menampilkan dengan jelas bagaimana peristiwa ledakan itu menghancurkan tembok toko sepatu. Runtuhan tembok itu sampai menimpa meja kasir di dalam toko.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengatakan ledakan berasal dari Rumah Makan Nasi Tempong Dewi Sri. Ledakan itu terjadi saat koki sedang memasak.
"Tadi sekitar pukul 07.00 (WIB) ketika koki sedang memasak, memang sempat mencium bau gas. Kemudian dalam sekejap terjadi semacam ledakan," kata Luthfie di lokasi, Rabu (7/10/2026).
LLedakan itu, lanjut ia, diduga berkaitan dengan tiga tabung LPG berkapasitas 50 kilogram. Tabung LPG tersebut tidak meledak. Dugaan sementara, ledakan terjadi akibat kebocoran gas dari saluran atau pipa.
"Saat ini kondisinya kalau untuk tabungnya tidak meledak, tapi kan itu diduga karena kebocoran. Kebocoran itu diduga karena dari pipanya ya, sementara dugaannya," terang Luthfie.
Tim penjinak bom dari Tim Gegana Polda Jatim juga telahditerjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan, dipastikan ledakan bukan berasal dari bom.
Danden Gegana Satbrimob Polda Jatim Kompol Dyan Vicky Sandi juga memastikan tidak ditemukan unsur bahan peledak di lokasi. Dia menjelaskan ledakan tersebut lebih mengarah pada fenomena BLEVE (Boiling Liquid Expanding Vapor Explosion).
"Sampai sekarang dari hasil penyelidikan dari kami, untuk unsur bahan peledak ataupun unsur-unsur yang mengandung dari bom itu tidak kami temukan. Tetapi lebih ke arah ini ledakan sebetulnya BLEVE (Boiling Liquid Expanding Vapor Explosion)," ujar Vicky.
"Jadi karena ada tekanan gas yang terkumpul dalam satu ruangan sehingga setelah terpemicu itu akan meledak berakibat dengan kerusakan yang tadi disampaikan oleh Kapolres. Mungkin itu saja dari kami," tambahnya.
Akibat ledakan tersebut juga, lima orang karyawan RM Nasi Tempong Sri Dewi mengalami luka. Kelima korban tersebut mengalami luka bakar cukup serius yang telah dibawa ke Rumah Sakit Haji.
Ketua Tim Sub Substansi Hukum dan Humas Masrur menyebutkan bahwa keempat korban telah dievakuasi ke IGD RSUD Haji sekitar pukul 08.00 WIB. Para korban mengalami luka bakar hingga 18%.
"Kondisi korban mengalami luka bakar 13% sampai 18%. Kemudian dari empat yang dirawat ini satu perempuan, tiga laki-laki," ujar Masrur.
Masrur mengatakan 2 dari keempat korban itu akan menjalani perawatan intensif di ICU RSUD Haji. Sementara dua lainnya akan dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo.
"Karena ini kondisi luka bakarnya di area wajah dan leher ya. Ada dua yang akan dirawat di ICU Rumah Sakit Haji dan ada dua yang akan dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Soetomo. Kondisi yang dirujuk ada trauma inhalasi," bebernya.
Sementara itu, Kabid Darlog BPBD Surabaya Linda Novanti mengatakan total ada 58 bangunan yang terdampak ledakan. "Ruko 42 unit, rumah hunian 16 unit, kendaraan 8 unit, korban luka 5 jiwa," kata Linda.
Dari 42 ruko, 10 di antaranya rusak ringan, 28 rusak sedang, dan 4 rusak berat. Lalu dari 16 rumah, 13 di antaranya rusak ringan, 2 rusak sedang, dan 1 rusak berat.
Lalu, untuk 8 kendaraan yang rusak, di antaranya 3 unit motor dan 5 unit mobil. Kemudian ada 5 korban luka.
Kepala Seksi Identifikasi Ditreskrimum Polda Jatim Kompol Sukris Tri Hartanto mengatakan olah TKP dilakukan oleh tim penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya bersama Siident Ditreskrimum Polda Jatim, Ur Ident Satreskrim Polrestabes Surabaya, dan Bidlabfor Polda Jatim.
Dari hasil olah TKP, pihaknya menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan ledakan. Barang bukti tersebut selanjutnya diamankan untuk proses pemeriksaan oleh Bidlabfor Polda Jatim.
Tim Identifikasi Ditreskrimum Polda Jatim mengamankan satu tabung gas dari lokasi. Selain itu, polisi juga mengambil selang LPG yang berada di RM Nasi Tempong Sri Dewi.
"Barang bukti sementara yang ditemukan adalah tabung gas elpiji volume 50 kilogram, kemudian ada beberapa kompor gas satu tungku dan beberapa yang lain," ujar Sukris.
Setelah dilakukan olah TKP dan pembersihan puing-puing, kawasan San Antonio, Pakuwon City yang sebelumnya aksesnya ditutup kemudian dibuka sekitar pukul 16.00 WIB. Sejumlah petugas Satpol PP dan security Pakuwon City turut mengatur lalu lintas serta mengimbau pengendara untuk mengurangi kecepatan saat melintas.
Sementara itu, garis polisi (police line) yang sebelumnya dipasang di sejumlah titik juga diperkecil. Police line kini hanya mencakup sekitar lima ruko yang mengalami kerusakan paling parah, termasuk RM Nasi Tempong Sri Dewi.
