Mencekam! Terdengar Gemuruh Sebelum Ledakan Terjadi di Pakuwon City

Mencekam! Terdengar Gemuruh Sebelum Ledakan Terjadi di Pakuwon City

Esti Widiyana - detikJatim
Selasa, 06 Okt 2026 13:13 WIB
Dampak ledakan gas di RM Nasi Tempong Sri Dewi Pakuwon City
Dampak ledakan akibat kebocoran gas di RM Nasi Tempong Sri Dewi, Pakuwon City, Surabaya. (Foto: Fadli Muhammad Yusuf Aprinanta/detikJatim)
Surabaya -

Ledakan dahsyat diduga akibat kebocoran 3 tabung gas elpiji 50 kg terjadi di RM Nasi Tempong Sri Dewi, di klaster komersial San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Selasa (6/10) pagi. Suasana yang dirasakan warga sekitar benar-benar mencekam. Apalagi sebelum ledakan sempat terdengar suara gemuruh.

Hal itu disampaikan seorang karyawan salah satu ruko di sekitar RM Nasi Tempong Sri dewi. Pria bernama Rangga (23) itu menceritakan bahwa sebelum terjadinya ledakan, dia sempat mendengar suara gemuruh.

"Jam 7 lebih saya awalnya mendengar gemuruh. Terung langsung ledakan keluar. Pertama kaget dan telinga saya berdenging," kata Rangga saat ditemui detikJatim di lokasi, Selasa (6/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rangga menyebutkan bahwa ledakan dahsyat itu langsung berimbas ke tokonya. Dia merasakan bahwa atap tokonya terasa seperti mau ambruk akibat getaran dan suara ledakan yang sangat kencang.

"Waktu ledakan langsung kena kita (di toko seberang), kenceng. Di atas kayak mau roboh. Di atap. Pas saya lihat ternyata ada ledakan," katanya.

ADVERTISEMENT

Salah satu pemilik rumah di perumahan San Antonio Pakuwon Citu blok N5, Kevin Nataniel (18) menceritakan apa yang dia alami saat ledakan terjadi. Saat itu dia sedang duduk di kamar lantai 2 merasakan getaran terlebih dahulu sebelum terjadi ledakan.

"Getar bentar, langsung ambruk semua. Saya dengar ada ledakan keras. Plafonnya jatuh ke (tempat) saya," kata Kevin.

Sama halnya dengan Candrawi warga Perumahan San Antonio Pakuwon City blok N5. Rumahnya juga terdampak, khususnya pada bagian genteng dan plafon rumah ambrol, hingga sempat dikira 'hujan genteng'.

"Sampai kaget-kaget pas rebahan, kencang sekali (ledakannya). Hujan genteng, material yang menjatuhi genteng, terus gentengnya ikut ambrul ke bawah. Gentengnya aja langsung jatuh ke bawah kena getaran," kata Candrawi.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads