BPBD Surabaya masih mendata kerusakan akibat ledakan hebat di RM Nasi Tempong Sri Dewi, San Antonio, Pakuwon City, Surabaya. Pendataan dilakukan untuk mengetahui dampak sekaligus menghitung kerugian akibat kejadian tersebut.
Berdasarkan data sementara BPBD Surabaya, sebanyak 42 unit ruko dan 16 rumah hunian terdampak ledakan. Selain itu, delapan kendaraan mengalami kerusakan dan lima orang terluka.
Kepala BPBD Surabaya Irvan Widyanto mengatakan pendataan kerusakan masih dilakukan bersama pihak kecamatan dan pengelola Pakuwon City. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk menghitung kerugian akibat ledakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dengan Pak Camat dan dari Pakuwon melihat rumah terdampak. Kita juga sudah sedang melakukan pendataan dan seperti apa nanti (kerugian), kebetulan ada Pak Camat juga jadi kita masih diskusikan," kata Irvan kepada wartawan di lokasi, Selasa (6/10/2026).
Terkait pihak yang akan menanggung kerugian, Irvan mengatakan pihaknya masih fokus melakukan pendataan dan pendalaman kondisi bangunan yang terdampak.
"Kita ini kan masih melakukan pendataan ya. Jadi, termasuk pendalaman. Jangan sampai ketika kita melakukan pendataan ternyata data itu tidak valid. Oleh sebab sampai sekarang masih kita dalami," jelasnya.
Sebelumnya, Kabid Darlog BPBD Surabaya, Linda Novanti menyebut, ada 58 bangunan yang rusak akibat ledakan. Jumlah tersebut termasuk ruko dan rumah di perumahan San Antonio Pakuwon City.
"Ruko 42 unit, rumah hunian 16 unit, kendaraan 8 unit, korban luka 5 jiwa," ujar Linda.
Dari 42 ruko, 10 di antaranya rusak ringan, 28 rusak sedang, dan 4 rusak berat. Lalu dari 16 rumah, 13 di antaranya rusak ringan, 2 rusak sedang, dan 1 rusak berat.
Lalu untuk 8 kendaraan yang rusak, di antaranya 3 unit motor dan 5 unit mobil. Kemudian ada 5 korban luka yang sudah dipindahkan semua ke RSUD dr Soetomo.
