Kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, kembali dibuka untuk pengendara setelah sebelumnya ditutup akibat ledakan di RM Nasi Tempong Sri Dewi. Petugas telah membersihkan serpihan kaca dan material bangunan yang berserakan di sekitar lokasi.
Pantauan detikJatim, petugas kebersihan Pakuwon City bersama tim terkait membersihkan serpihan kaca dan material di Jalan Kalisari Utara I, San Antonio, Pakuwon City. Pembersihan dilakukan setelah tim BPBD dan penyidik selesai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sebanyak 26 petugas dikerahkan untuk membersihkan sisa serpihan kaca dan reruntuhan bangunan. Ikrom, salah satu petugas kebersihan, mengatakan proses pembersihan dimulai sekitar pukul 13.30 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi ke sini itu jam 13.30 WIB ya, setelah BPBD dan tim penyidikan olah TKP," kata Ikrom kepada detikJatim, Selasa (06/10/2026).
Menurut Ikrom, terdapat lebih dari 41 ruko yang terdampak ledakan. Pihaknya telah membersihkan tiga ruko di sekitar lokasi, sementara bagian dalam ruko menjadi tanggung jawab masing-masing pemilik.
"Kalau ini sudah ada 3 ruko ya yang kami bersihkan. Tetapi pembersihan di luar, yang di dalam itu tetap pihak pemilik ruko," ujarnya.
Material sisa kerusakan kemudian diangkut menggunakan dua mobil pikap dan satu truk. Untuk sementara, sejumlah area di sekitar lokasi masih dipagari demi keamanan.
"Tadi yang diangkut itu ada kaca, gavalum, kanopi. Sudah 2 pickup dan 1 truck. Saat ini sudah ditutup pagar agar tidak ada pihak luar yang masuk," pungkasnya.
Setelah proses pembersihan dilakukan, jalan di kawasan tersebut mulai dibuka kembali sekitar pukul 16.00 WIB. Sejumlah petugas Satpol PP dan security Pakuwon City turut mengatur lalu lintas serta mengimbau pengendara untuk mengurangi kecepatan saat melintas.
Sementara itu, garis polisi (police line) yang sebelumnya dipasang di sejumlah titik juga diperkecil. Police line kini hanya mencakup sekitar lima ruko yang mengalami kerusakan paling parah, termasuk RM Nasi Tempong Sri Dewi.
Satu tabung gas merah berukuran 50 kilogram yang sebelumnya berada di lokasi juga telah dikeluarkan. Sekitar lima ruko di samping RM Nasi Tempong Sri Dewi masih ditutupi pagar seng.
Suasana di sekitar lokasi masih terlihat ramai. Sejumlah pegawai toko yang berada di dekat titik ledakan tampak membersihkan dan mengamankan barang dagangan. Beberapa ruko lainnya masih tutup karena mengalami kerusakan, termasuk kaca toko yang pecah.
Berdasarkan data BPBD Surabaya, ledakan tersebut berdampak pada 58 bangunan yang terdiri dari 42 ruko dan 16 rumah hunian. Selain itu, delapan kendaraan mengalami kerusakan dan lima orang terluka.
"Ruko 42 unit, rumah hunian 16 unit, kendaraan 8 unit, korban luka 5 jiwa," kata Kabid Darlog BPBD Surabaya, Linda Novanti.
Dari 42 ruko, 10 di antaranya rusak ringan, 28 rusak sedang, dan 4 rusak berat. Lalu dari 16 rumah, 13 di antaranya rusak ringan, 2 rusak sedang, dan 1 rusak berat.
Lalu untuk 8 kendaraan yang rusak, di antaranya 3 unit motor dan 5 unit mobil. Kemudian ada 5 korban luka yang sudah dipindahkan semua ke RSUD dr Soetomo.
