Kemarau panjang mengakibatkan puluhan desa di Trenggalek mengalami krisis air. Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jutaan liter air bersih di desa yang terdampak.
Kepala BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono mengatakan, hingga saat ini wilayah yang terdampak mencapai 51 desa, tersebar di 12 kecamatan.
"Jumlah warga yang terdampak 12.078 KK atau 27.786 jiwa," kata Triadi, Minggu (27/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya 51 desa tersebut, 13 desa di antaranya berada di Kecamatan Panggul, 5 desa di Kecamatan Dongko, 6 desa di Kecamatan Tugu, 4 desa di Kecamatan Kampak.
"Kemudian Kecamatan Pogalan ada empat desa, Watulimo lima desa, Trenggalek empat desa, Bendungan empat desa, Pule dua desa, Suruh dua desa Gandusari satu desa dan Munjungan satu desa," jelasnya.
Untuk menangani dampak krisis air tersebut BPBD Trenggalek terus menggelontorkan bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak. Distribusi air dilakukan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
"Hingga saat ini kami sudah mendistribusikan 2.479.000 liter air bersih atau 513 rit. Distribusi air sudah menjangkau 47 desa di 12 kecamatan," imbuhnya.
Program penanggulangan bencana kekeringan tersebut juga mendapatkan dukungan dari berbagai instansi termasuk kepolisian, TNI, kementerian hingga perusahaan swasta.
"Upaya penanganan secara pentahelik kami harap dapat mengurangi beban masyarakat yang sedang mengalami krisis air," jelasnya.
